TARAKAN — Forecaster On Duty KG Kota Tarakan, Ida Bagus Gede Yamuna Ceswaraningrat, menyampaikan bahwa potensi hujan lokal masih ada di tengah kondisi kabut asap yang bertahan. Hujan lokal berpeluang turun pada siang hari, sedangkan tiga hari ke depan hujan diprakirakan lebih merata di wilayah Tarakan pada periode tengah malam hingga pagi.
Meski hujan berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, intensitas dan frekuensinya diperkirakan tidak bertahan sepanjang pekan. Memasuki hari keempat hingga hari ketujuh, potensi hujan diprakirakan mulai menurun.
"Selanjutnya, tiga hari ke depan terdapat potensi hujan yang merata di wilayah Tarakan pada periode tengah malam hingga pagi hari. Intensitas dan frekuensi hujan diperkirakan akan mulai mengalami penurunan pada hari keempat hingga hari ketujuh," jelas Ida Bagus.
Dari sisi suhu dan kelembapan, suhu udara di Tarakan diprakirakan berkisar antara 25 hingga 32 derajat Celsius. Kelembapan udara berada pada rentang 63 hingga 98 persen.
"Suhu udara rata-rata diperkirakan berada pada rentang 25–32 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara berkisar antara 63–98 persen," katanya.
Kecepatan angin di Tarakan umumnya diprakirakan berada pada kisaran 3 hingga 8 knot. Warga perlu mewaspadai potensi peningkatan kecepatan angin yang dapat melebihi 10 knot, khususnya ketika hujan terjadi pada tengah malam.
Berdasarkan pantauan terbaru BMKG, kualitas udara di Kota Tarakan berada pada kategori sedang dengan nilai ISPU 95. Angka tersebut menjadi salah satu indikator kondisi kualitas udara yang perlu diperhatikan masyarakat, terutama ketika kabut asap masih mendominasi cuaca.
"Berdasarkan pantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) terbaru saat ini, kualitas udara di Kota Tarakan berada pada kategori sedang dengan nilai angka 95," terang Ida Bagus.
Menyikapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki keperluan mendesak. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker untuk mengurangi paparan polutan di udara.
"Mengingat kondisi cuaca yang didominasi kabut asap dan kualitas udara pada kategori sedang, kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak, serta selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar," tegasnya.
BMKG meminta masyarakat tidak mengabaikan perkembangan informasi cuaca selama sepekan ke depan. Pemantauan berkala diperlukan agar warga mengetahui perubahan kondisi cuaca, termasuk potensi hujan dan peringatan dini.
"Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau update informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini resmi dari BMKG melalui aplikasi Info BMKG atau kanal-kanal resmi kami lainnya," tandasnya.