11.020 Warga Nunukan Ikuti Senam Lukiwol di Perbatasan, Pecahkan Rekor MURI HUT ke-27

Penulis: Kemal Batubara  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 13:31:01 WIB
Warga memadati Ruang Terbuka Publik Paras Perbatasan untuk mengikuti Senam Lukiwol di Nunukan.

NUNUKAN — Peserta Senam Lukiwol memadati Ruang Terbuka Publik Paras Perbatasan sejak pagi. Ribuan orang dari berbagai kalangan, mulai pelajar, aparatur organisasi perangkat daerah (OPD), hingga masyarakat umum, berkumpul mengikuti senam yang menggabungkan gerakan olahraga dengan unsur budaya tradisional masyarakat Tidung.

Rekor MURI kategori senam dengan peserta terbanyak itu tercatat berdasarkan jumlah 11.020 orang yang hadir langsung di lokasi. Angka tersebut menjadi dasar pencatatan sesuai ketentuan yang ditetapkan lembaga tersebut.

Bupati Nunukan Sebut Pencapaian sebagai Momen Bersejarah

Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menyebut pencapaian tersebut sebagai momen bersejarah bagi daerahnya. Ia berharap keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga mendorong masyarakat semakin mengenal dan mencintai budaya lokal.

"Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin, kita mengucapkan syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, pada hari ini, dalam rangkaian HUT ke-27 Kabupaten Nunukan, kita mencatatkan sejarah dengan mendapatkan rekor MURI melalui Senam Lukiwol. Kurang lebih 11.000 orang hadir untuk mengikuti dan menyaksikan kegiatan yang kita laksanakan di Paras Perbatasan ini," ujar Irwan.

Gerakan Senam Diadaptasi dari Tarian Tradisional Tidung

Irwan menjelaskan, Senam Lukiwol memiliki karakteristik tersendiri karena mengambil inspirasi dari tarian tradisional masyarakat Tidung. Unsur budaya tersebut dikemas dalam gerakan senam yang dapat diikuti berbagai kelompok usia.

"Ini bisa kita sebut sebagai senam budaya karena berasal dari tarian masyarakat Tidung. Budaya kita harus dirawat dan dijaga bersama. Jangan sampai budaya ini dilupakan oleh anak cucu kita pada masa mendatang," tegasnya.

Menurut Irwan, pengembangan budaya melalui kegiatan olahraga menjadi salah satu cara menjaga agar tradisi daerah tetap dikenal generasi muda. Pemerintah Kabupaten Nunukan berencana menjadikan Senam Lukiwol sebagai kegiatan rutin di sekolah maupun lingkungan aparatur sipil negara (ASN) setelah perayaan HUT ke-27.

MURI: Senam Lukiwol Bukan Sekadar Aktivitas Fisik

Direktur Operasional MURI Yusuf Matri menyampaikan, Senam Lukiwol mengandung unsur seni, tari, dan filosofi yang berkaitan dengan legenda masyarakat setempat. Menurutnya, senam ini tidak hanya mengedepankan aktivitas fisik.

"Senam Lukiwol ini bukan sekadar gerakan untuk menjaga kebugaran. Di dalamnya ada adaptasi dari sebuah legenda yang memiliki filosofi, kemudian dikoreografikan dengan unsur tari, seni, dan budaya. Karena itu, senam ini sangat menjiwai masyarakat Nunukan," ungkap Yusuf.

Ia mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut. Partisipasi ribuan warga menunjukkan olahraga dapat menjadi sarana memperkenalkan budaya daerah dengan cara yang lebih dekat dan mudah diterima.

"Melalui senam ini, kita bukan hanya menjaga kebugaran dan kesehatan, tetapi juga melestarikan budaya. Ini merupakan produk budaya dari wilayah perbatasan yang patut kita apresiasi bersama," katanya.

Rekor Jadi Dorongan agar Senam Lukiwol Terus Dipraktikkan

Perolehan rekor MURI ini diharapkan menjadi dorongan bagi Kabupaten Nunukan untuk terus mengembangkan Senam Lukiwol sebagai bagian dari identitas budaya daerah. Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah, senam tersebut diharapkan tidak berhenti pada perayaan hari jadi, tetapi dapat terus dipraktikkan dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: swaraborneo.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top