TARAKAN — Pembinaan generasi muda lewat Laskar Gerindra dinilai menjadi salah satu cara menumbuhkan kedisiplinan sekaligus kepedulian terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, terutama di kawasan perbatasan. Kegiatan itu dikemas dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Gerindra Kalimantan Utara yang berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (11/10/2026).
Rahmawati menyatakan pembinaan menyasar anak muda yang punya potensi agar mampu berkontribusi menjaga bangsa. Menurutnya, posisi Kaltara sebagai wilayah perbatasan membuat kesadaran generasi muda untuk menjaga keutuhan negara jadi hal yang tidak bisa ditawar.
Kaltara berbatasan langsung dengan Malaysia di sejumlah titik, sehingga pembinaan kader di wilayah ini dinilai punya bobot berbeda dibanding daerah lain. Rahmawati menyebut penekanan utama pelatihan adalah membentuk laskar yang mampu menjaga NKRI, khususnya di kawasan perbatasan.
"Laskar Merah Putih Laskar Gerindra ini untuk membina anak-anak muda yang punya potensi untuk menjaga bangsa," ujarnya.
Ia menambahkan, pembinaan perlu disertai penguatan kedisiplinan dan semangat kebangsaan. Sasaran pelatihan menyasar kalangan muda berusia hingga 45 tahun, dengan harapan kader dapat mengembangkan potensi diri sekaligus menjalankan peran di organisasi secara disiplin.
"Penekanannya adalah kita membentuk laskar ini, apalagi kita di perbatasan, untuk menjaga NKRI," tegasnya.
Kegiatan ini diikuti sekitar 300 peserta terdaftar dari sejumlah wilayah di Kaltara, termasuk Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, dan Kabupaten Tana Tidung (KTT). Peserta dari berbagai kabupaten dan kota itu sengaja ditempatkan secara acak selama kegiatan berlangsung.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Kaltara, Ibnu Saud Is, menjelaskan bahwa penempatan acak itu dilakukan agar kader dapat berinteraksi dengan peserta dari latar belakang daerah, suku, dan agama yang berbeda.
"Tujuannya agar menumbuhkan rasa persaudaraan, supaya ada teman baru. Yang ketiga, supaya Bhinneka Tunggal Ika itu dipraktikkan, bukan hanya di dalam cerita," ujar Ibnu Saud.
Rahmawati menilai Kaltara masih menyimpan banyak anak muda dengan potensi yang belum tergali. Diklat ini diharapkan menjadi ruang pembinaan untuk mengembangkan kemampuan mereka, bukan sekadar ajang pertemuan internal organisasi.
"Mudah-mudahan nanti kita lihat lebih banyak lagi, karena banyak potensi-potensi yang bisa digali yang ada di Kalimantan Utara," bebernya.
Selain pembinaan internal, diklat diarahkan untuk memperkuat nasionalisme dan persaudaraan antarkader dari berbagai wilayah. Ibnu Saud berharap para kader ikut mengawal program pemerintah di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten dan kota, serta menyampaikan informasi soal program-program tersebut kepada masyarakat.