Gempa Semporna M 5,3 Terasa Lemah di Tarakan, BMKG Sebut Pusat Guncangan di Malaysia Tanpa Potensi Tsunami

Penulis: Indra Firmansyah  •  Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01:31 WIB
Peta lokasi pusat gempa magnitudo 5,3 di perairan Semporna, Malaysia, yang terasa lemah hingga Tarakan.

TARAKAN — Getaran gempa magnitudo 5,3 yang berpusat di perairan Semporna, Malaysia, terasa hingga Tarakan meski dengan intensitas rendah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada pada kedalaman sekitar 10 kilometer di koordinat 4,94 Lintang Utara dan 118,77 Bujur Timur. Kedalaman dangkal itu membuat energi gempa tetap menjalar sampai wilayah Kalimantan Utara.

Kepala Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi, menyebut jarak pusat gempa yang jauh sebagai penyebab utama lemahnya guncangan di Tarakan. Menurut dia, pusat gempa berjarak lebih dari 200 kilometer dari Tarakan dan sekitar 100 kilometer dari Nunukan.

Mengapa Guncangan di Tarakan Hanya 2–3 MMI

Sulam menjelaskan, lokasi pusat gempa yang berada di luar wilayah Indonesia membuat dampak guncangan di Tarakan tidak signifikan. Skala 2 hingga 3 MMI berarti getaran hanya dirasakan sebagian warga, tanpa kerusakan bangunan.

"Pusat gempanya itu di perairan Sempoerna, Malaysia. Jaraknya lebih dari 200 kilometer dari Tarakan dan sekitar 100 kilometer dari Nunukan. Memang kedalamannya dangkal, tapi karena lokasinya jauh, dampak guncangan di Tarakan hanya dirasakan sekitar 2 hingga 3 MMI," ujarnya.

Ia mengibaratkan sensasi guncangan yang dirasakan warga seperti getaran akibat kendaraan berat yang melintas di sekitar rumah. Sulam memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Kalimantan Utara.

Penamaan Lokasi Gempa Bisa Picu Salah Persepsi

Penamaan lokasi gempa yang memakai nama wilayah seperti Tarakan atau Tana Tidung dinilai Sulam berpotensi menimbulkan persepsi keliru di masyarakat. Warga bisa mengira pusat gempa berada di wilayah tersebut, padahal penamaan itu mengacu pada lokasi sensor terdekat.

"Sensor gempa nasional terdekat berada di Tarakan, jadi rujukan penamaannya otomatis menggunakan sensor itu. Padahal kalau dilihat dari garis lintangnya, posisinya sudah jauh di luar batas wilayah Indonesia," tuturnya.

Karena itu, Sulam mengingatkan masyarakat tidak perlu panik menyikapi informasi gempa. Warga diminta mengacu pada keterangan resmi BMKG, terutama soal lokasi pusat gempa, kedalaman, kekuatan guncangan, dan potensi tsunami.

Wilayah Kaltara Tetap Perlu Waspada

Meski gempa Semporna tidak berdampak besar, Tarakan dan sejumlah wilayah Kalimantan Utara berada cukup dekat dengan zona aktivitas seismik di perairan Malaysia dan Filipina selatan. Jarak pusat gempa yang relatif dekat dengan Nunukan menjadi pengingat bahwa getaran serupa bisa kembali terasa kapan saja.

BMKG menempatkan sensor gempa nasional di Tarakan sebagai rujukan pemantauan wilayah perbatasan. Informasi resmi dari kanal BMKG menjadi acuan utama warga sebelum mempercayai pesan berantai soal gempa dan tsunami.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: headlineku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top