TARAKAN — Kerusakan mesin X-ray di Lapas Kelas IIA Tarakan berlangsung sejak sebelum Jupri menjabat sebagai kepala lapas. Peralatan itu seharusnya menjadi penyaring utama barang bawaan pengunjung, namun kini hanya menjadi instalasi yang tidak difungsikan.
Jupri memastikan pihaknya tidak tinggal diam. Usulan perbaikan sudah dikirim ke pemerintah pusat, tetapi belum masuk tahap realisasi.
"Sudah semenjak saya masuk sini sudah rusak. Sudah tiga tahun lebih itu. Kami sudah mengusulkan perbaikan, sampai sekarang dari pusat belum ada," ujarnya, Kamis (1/10/2026).
Tanpa X-ray, seluruh proses pemeriksaan berpindah ke tangan petugas. Cara manual menuntut waktu dan tenaga jauh lebih besar dibandingkan pemeriksaan menggunakan mesin.
Jupri menyebut keterbatasan personel memperparah kondisi tersebut. Dalam pelayanan pemeriksaan, Lapas Tarakan hanya menyiagakan dua petugas, sementara komputer yang tersedia mencapai empat unit.
"Kalau pakai X-ray itu kan enggak perlu pakai tenaga orang petugas. Tapi karena kita manual, betul-betul ekstra," jelasnya.
"Teman-teman Ombudsman yang mengantri, komputernya empat sedangkan petugasnya cuma dua. Nah, itu salah satunya seperti itu," tambah Jupri.
Pemeriksaan ketat tetap diberlakukan meski dilakukan manual. Setiap barang yang masuk harus dipastikan bebas dari benda terlarang yang bisa mengganggu keamanan dan ketertiban lapas.
Barang sederhana pun tidak luput dari penggeledahan. Jupri mencontohkan mi instan, kacang, hingga telur tetap diperiksa karena berpotensi disalahgunakan sebagai tempat menyelundupkan narkoba.
"Bisa aja Indomie dimasukin narkoba. Kacang, telur saja bisa diselundupin narkoba. Makanya proses penggeledahannya agak lama," ungkapnya.
Selain barang, Lapas Tarakan memperketat pemeriksaan administrasi pengunjung. Kartu tanda penduduk diperiksa, identitas orang yang hendak dikunjungi dicocokkan, dan penggeledahan dilakukan sebelum pengunjung masuk ke area lapas.
Langkah itu disebut Jupri sebagai upaya menjaga keamanan warga binaan. Pihaknya juga ingin memastikan tidak ada orang masuk tanpa kepentingan yang jelas.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi soal kapan perbaikan mesin X-ray akan direalisasikan pemerintah pusat.