TANA TIDUNG — Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tana Tidung, Arief Prasetiawan, menyebut layanan tersebut membantu masyarakat yang membutuhkan alternatif transportasi menuju Tanjung Selor. Titik keberangkatan berada tepat di depan kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR PKP).
Rute ini melayani sejumlah titik di KTT dan Bulungan, mulai dari Tideng Pale, Sesayap, Panca Agung atau Pimping, hingga Sekatak Buji dan Tanjung Selor. Perjalanan dari Kecamatan Sesayap menuju Tanjung Selor diperkirakan memakan waktu sekitar empat jam.
Tarif perjalanan ditetapkan berdasarkan titik keberangkatan dan tujuan penumpang. Beberapa rute dikenai tarif Rp85 ribu, sementara rute lain lebih murah.
Layanan ini masih mendapat subsidi sehingga harganya terjangkau bagi warga. Arief menegaskan hal itu saat ditemui di kantor Dishub KTT di Jalan Perintis, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap.
"Keberadaan Damri tentu sangat membantu ya, karena ini sebagai alternatif masyarakat yang ingin ke Tanjung Selor, dan masih subsidi jadi harganya masih terjangkau," ujar Arief.
Tanjung Selor sendiri merupakan ibu kota Kabupaten Bulungan sekaligus ibu kota Provinsi Kalimantan Utara. Rute ini menghubungkan warga KTT dengan pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Penumpang diimbau datang lebih awal ke lokasi keberangkatan. Tujuannya memastikan ketersediaan tempat duduk dan menghindari keterlambatan, mengingat bus hanya berangkat satu kali setiap pagi.
Dengan tarif bersubsidi, layanan DAMRI rute Tana Tidung–Tanjung Selor diharapkan tetap menjadi pilihan transportasi masyarakat untuk perjalanan antarwilayah di Kalimantan Utara.