NUNUKAN — Komunitas Sound System Konsisten Kabupaten Nunukan menggelar perayaan ulang tahun pertama dengan tema solidaritas dan kerukunan antarpegiat. Ketua Umum Komunitas Konsisten Saddam Hussain menyatakan keberadaan komunitas ini tidak berhenti pada penyaluran hobi, tetapi turut membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Menurutnya, banyak pegiat sound system di Nunukan maupun di luar daerah yang telah menjadikan aktivitas tersebut sebagai usaha tetap.
Saddam menegaskan bahwa kontribusi ekonomi para pengusaha sound system sering kali tidak terlihat langsung. Dari satu unit usaha, setidaknya ada lima orang kru yang terlibat dan mendapat penghasilan.
“Banyak kawan-kawan kita di Kabupaten Nunukan ini, bahkan di luar Nunukan, saya yakin menjadikan hobi ini sebagai usaha, sehingga dia bisa benar-benar menciptakan lapangan kerja, baik untuk pengusahanya sendiri maupun untuk orang-orang yang terlibat atau para kru yang terlibat di dalamnya,” jelas Saddam.
Ia menyebut kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi sumber penghasilan pemilik usaha, tetapi juga tulang punggung keluarga bagi para kru yang menggantungkan hidup dari jasa sound system.
“Sound system ini bukan sekadar hobi saja, tetapi dia bisa menjadi tulang punggung keluarga,” tegasnya.
Komunitas Konsisten telah dilibatkan dalam berbagai agenda pemerintahan, khususnya rangkaian peringatan hari ulang tahun Kabupaten Nunukan dalam beberapa tahun terakhir. Saddam menilai keterlibatan itu sebagai pengakuan atas keberadaan komunitas sound system di ruang publik.
“Kita juga sudah terlibat dalam agenda-agenda pemerintahan, khususnya dimasukkan dalam agenda ulang tahun Kabupaten Nunukan. Itu suatu hal yang patut untuk kita banggakan,” ungkapnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan mendukung terselenggaranya perayaan ulang tahun pertama komunitas tersebut.
Saddam menyinggung adanya sejumlah opini kontra di media sosial terkait keterlibatan sound system dalam agenda perayaan hari ulang tahun Kabupaten Nunukan. Ia meminta anggota komunitas tidak terpancing dan tidak membalas komentar negatif dengan perdebatan di media sosial.
“Saya coba untuk mendalami itu, meresapi itu bahwa orang-orang yang berstatement seperti itu, menurut saya tidak perlu kita tanggapi. Karena dia tidak mengetahui bagaimana kontribusi sound system atau kawan-kawan komunitas sound system terhadap lingkungan kita, masyarakat kita,” ujarnya.
Ia mengajak para pegiat sound system meningkatkan kepercayaan diri, memperbaiki kualitas pelayanan, dan terus memberi kontribusi nyata kepada masyarakat.
Saddam menilai keberadaan sound system memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sosial masyarakat. Berbagai kegiatan seperti hajatan, sunatan, pernikahan, hingga selawatan membutuhkan dukungan sound system agar acara berlangsung meriah dan suara terdengar jelas.
“Dalam budaya masyarakat kita, setiap ada hajatan, mungkin sunatan, nikahan dan sebagainya, ada budaya-budaya dimana mereka membutuhkan musik. Begitu yang solawatan atau apapun pasti semua menggunakan sound system dan kita ada di situ,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat awal pembentukan Komunitas Konsisten sekitar satu tahun lalu, sejumlah rekan memintanya menjadi Ketua Umum. Meski sempat khawatir karena minim pengetahuan soal sound system, Saddam menerima amanah tersebut berkat dukungan seluruh anggota.
“Saya juga sebenarnya agak takut, karena butuh mentalitas untuk bisa ada di tengah bapak-bapak semua. Butuh perasaan yang jauh lebih dalam untuk berada di lingkaran ini, sehingga kita bisa terus bersama-sama,” katanya.
Perayaan ulang tahun pertama Komunitas Konsisten menjadi momentum mempererat solidaritas, kerukunan, dan silaturahmi antarpegiat sound system, pengusaha, pelaku UMKM, serta seluruh anggota komunitas.