TANJUNG SELOR — Manager ULP Tanjung Selor PLN UID Kaltimra, Dara Amelia, menyatakan gangguan kelistrikan disebabkan kabel JTM putus. Pemulihan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan keandalan jaringan.
"PT PLN (Persero) ULP Tanjung Selor menginformasikan telah terjadi gangguan kelistrikan pada tanggal 22 September 2026 pukul 06.10 WITA akibat kabel jaringan tegangan menengah putus," kata Dara dalam keterangannya.
Gangguan melanda sejumlah titik permukiman dan ruas jalan utama di Tanjung Selor. Kawasan yang terdampak meliputi Jalan Katamso, Jalan S. Parman, Jalan Sengkawit, dan Jalan Sabanar Lama beserta area sekitarnya.
PLN menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang timbul. Perkembangan proses pemulihan akan disampaikan secara berkala.
Sejumlah warga mengaku merasakan gejala gangguan sebelum aliran listrik benar-benar padam. Rachmat, warga Sabanar Lama, menyebut tegangan listrik di rumahnya sempat tidak stabil.
"Sebelum mati lampu total, lampu di rumah saya memang menyala tetapi seperti redup. Kipas angin juga menyala, tapi tidak kencang," ujar Rachmat.
Kondisi itu membuat Rachmat khawatir terhadap peralatan elektronik di rumahnya. "Takutnya hal seperti ini akan merusak barang elektronik dan juga bisa menganggu aktivitas," katanya.
PLN menegaskan pemulihan aliran listrik tidak dilakukan serentak. Petugas menimbang aspek keselamatan sebelum menyalakan kembali jaringan ke rumah pelanggan.
Hingga keterangan itu disampaikan, PLN belum memerinci jumlah pelanggan yang terdampak maupun estimasi waktu pemulihan menyeluruh. Informasi lanjutan dijanjikan menyusul.