American Airlines Tambah Biaya Bahan Bakar USD 1 Miliar Akibat Perang Iran

Penulis: Kemal Batubara  •  Sabtu, 19 September 2026 | 13:51:01 WIB

KALIMANTAN UTARA — American Airlines memperkirakan biaya bahan bakar jet bertambah USD 1 miliar pada kuartal keempat tahun fiskal ini akibat lonjakan harga minyak yang dipicu perang AS-Israel melawan Iran. Kenaikan itu dihitung dari selisih harga avtur yang kini USD 1 per galon lebih tinggi dibanding proyeksi Juli. Maskapai memangkas sejumlah penerbangan untuk menekan konsumsi, tetapi biaya tambahan tetap berujung pada tiket yang lebih mahal.

CFO American Airlines, Devon May, memaparkan hitungan tersebut dalam Morgan Stanley Laguna Conference. Mengutip Reuters, May menyebut setiap kenaikan satu sen per galon untuk avtur Jet A-1 menambah sekitar USD 10 juta biaya per kuartal. Biaya bahan bakar pada kuartal ketiga masih sesuai ekspektasi, namun harga kuartal keempat kini USD 1 per galon di atas panduan yang disusun Juli.

Dampak ke Harga Tiket dan Rute Domestik

Lonjakan USD 1 per galon itu berkorelasi langsung dengan tambahan beban USD 1 miliar. American Airlines tidak menanggungnya sendirian. United Airlines dan Southwest Airlines menyatakan hal serupa dan berencana mengurangi jumlah penerbangan demi menekan konsumsi bahan bakar.

Penerbangan domestik murah di luar jam sibuk menjadi sasaran utama pemangkasan. Meski harga tiket naik sejak awal tahun, ketiga maskapai mengklaim permintaan tetap kuat.

Strategi Kursi Premium American Airlines

Alih-alih bersaing di segmen murah, American Airlines memperbesar porsi kursi premium. CEO Robert Isom, dalam konferensi yang sama, mengatakan kepada CNBC, "Those 30% of seats, they're only going to grow in our fleet as the reconfigurations come on board as the new aircraft deliveries come on."

Artinya, sekitar 30 persen kursi premium akan terus bertambah seiring rekonfigurasi kabin dan kedatangan pesawat baru. Langkah ini menandai pergeseran fokus dari penumpang kelas ekonomi murah ke penumpang yang mau membayar lebih untuk kursi depan.

Era Maskapai Bertarif Murah Berakhir

Spirit Airlines resmi menghentikan operasi tahun ini setelah mengajukan pailit untuk kedua kalinya dalam setahun. Southwest Airlines mengumumkan bulan ini bahwa mereka akan meluncurkan jaringan lounge bandara tahun depan. Langkah itu menjadi tahap akhir peralihan Southwest dari maskapai bertarif murah ke status mainline, setelah menambah biaya bagasi dan meninggalkan sistem tempat duduk bebas.

Ketiga maskapai tampak siap meninggalkan penumpang reguler demi mereka yang mampu membayar ekstra untuk duduk di depan.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: jalopnik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top