The Wolf Among Us 2 Tampil di Gamescom 2026, Rilis Dijadwalkan 2027

Penulis: Jamal Nasution  •  Selasa, 08 September 2026 | 13:38:01 WIB
Bigby Wolf kembali tampil dalam sesi pratinjau tertutup The Wolf Among Us 2 di Gamescom 2026.

KALIMANTAN UTARA — Perjalanan produksi The Wolf Among Us 2 bisa dibilang penuh lika-liku. Diumumkan pertama kali pada 2017, proyek ini sempat tertunda akibat penutupan studio, lalu bangkit kembali, berganti mesin penggerak, hingga menghadapi konflik kreatif antara Telltale Games selaku pengembang utama dan AdHoc Studio sebagai pengembang pendamping. Kini, sekuel dari game petualangan noir tersebut akhirnya menunjukkan taringnya lewat sesi pratinjau tertutup di Gamescom 2026.

Cerita The Wolf Among Us 2 mengambil latar enam bulan setelah kejadian di game pertamanya. Pemain kembali mengendalikan Bigby Wolf, yang untuk sementara dicopot dari jabatannya sebagai sheriff Fabletown. Tugasnya kali ini adalah mengungkap rentetan pembunuhan misterius di tengah kota yang digambarkan "dilanda korupsi, balas dendam, dan ketakutan".

Kamera Baru, Perspektif Lebih Imersif

Perubahan paling mencolok dari sekuel ini ada pada sistem kamera. Telltale meninggalkan gaya kamera statis yang menjadi ciri khas game-lawannya, seperti The Walking Dead, dan beralih ke perspektif third-person over-the-shoulder. Pemain kini bisa mengendalikan Bigby secara langsung saat menyusuri lokasi investigasi.

Desain direkturnya, Jessica Hara Campbell, serta Leslie Harwood selaku principal scene coordinator, menyebut perubahan ini dilakukan untuk mendorong "immersi yang lebih dalam". Pola ini mengingatkan pada langkah Capcom yang mengubah Resident Evil 4 menjadi game aksi third-person—sebuah keputusan yang terbukti sukses di industri.

Sistem Investigasi yang Lebih Menghargai Pemain

Tidak hanya kamera, sistem investigasi juga dirombak. Pemain tidak lagi diharuskan memeriksa setiap objek di area atau menerima petunjuk terus-menerus saat memecahkan teka-teki. Jika pemain sudah selangkah lebih maju dalam penyelidikan, game tidak akan menarik mereka kembali ke titik awal.

"Yang kami perhatikan di banyak sistem permainan adalah mempertahankan inti dari apa yang sudah dibangun," ujar Campbell. "Bagi penggemar, ada perasaan nostalgia yang sangat spesifik, tapi inti dari itu adalah elemen detektif noir yang tidak ingin kami utak-atik. Kami memastikan game ini tetap terasa seperti Wolf, dan pemain lama merasa mereka sedang kembali."

Dialog dan Konsekuensi Tetap Jadi Jantung

Meski sistem kamera berubah, kualitas dialog dan pengambilan keputusan tetap menjadi fokus utama. Dalam sesi pratinjau, satu momen memperlihatkan Bigby bertemu karakter baru bernama Faye. Pemain diberi pilihan untuk berbohong soal apakah kasus yang sedang ditangani melibatkan unsur sihir atau tidak, karena Faye mencurigai sesama Fable—karakter seperti Snow White, Bigby, dan Mr. Toad—sebagai pelaku pembunuhan.

Keputusan tersebut langsung memicu notifikasi khas Telltale, "X akan mengingat itu", yang menandakan pilihan bisa berdampak di kemudian hari. Terkadang, diam menjadi jawaban terbaik dalam situasi seperti ini.

Harga dan Ketersediaan

The Wolf Among Us 2 dijadwalkan rilis pada 2027, namun Telltale belum memberikan timeline spesifik mengenai kuartal peluncurannya. Hingga artikel ini ditulis, belum ada informasi harga resmi untuk pasar Indonesia maupun global.

Sekuel ini tampaknya dirancang untuk menjawab kerinduan penggemar setia Telltale yang sudah menunggu hampir satu dekade. Dengan perubahan kamera yang lebih imersif dan sistem investigasi yang menghormati kecerdasan pemain, The Wolf Among Us 2 berpotensi menjadi standar baru untuk game naratif episodik—jika berhasil rilis tanpa penundaan tambahan.

Reporter: Jamal Nasution
Sumber: techradar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top