Kabut Asap Karhutla Mulai Selimuti Kaltara, Dinkes Imbau Warga Tak Cukup Pakai Masker Medis Biasa

Penulis: Galih Prayoga  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:38:31 WIB
Warga mengenakan masker saat beraktivitas di tengah kabut asap karhutla yang menyelimuti sebagian wilayah Kalimantan Utara.

TANJUNG SELOR — Imbauan ini disampaikan menyusul memburuknya kualitas udara akibat karhutla yang mulai terasa di beberapa titik di Provinsi Kalimantan Utara. Dinkes Kaltara menilai perlindungan pernapasan standar tidak cukup untuk menyaring partikel mikroskopis yang terkandung dalam asap.

“Untuk kondisi kabut asap seperti sekarang, kami menganjurkan masyarakat menggunakan masker N95. KN95 dan KF94 juga bisa digunakan karena memiliki kemampuan filtrasi yang tinggi,” ujar Yuan Erenst Sukawatie di Tanjung Selor, Sabtu.

Pentingnya Filtrasi PM2,5 bagi Warga Kaltara

Yuan menjelaskan, masker dengan standar tersebut memiliki kemampuan untuk menyaring partikel berukuran sangat kecil, termasuk Particulate Matter (PM) 2,5. Partikel halus ini berbahaya karena dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan manusia dan memicu berbagai gangguan kesehatan serius.

“Penggunaan masker tersebut penting untuk mengurangi paparan partikel halus yang terkandung dalam asap kebakaran,” katanya.

Ia menegaskan, masyarakat tidak dianjurkan mengandalkan masker kain atau masker medis biasa ketika kondisi udara dipenuhi asap dan partikel halus. Sebab, jenis masker tersebut tidak cukup efektif untuk menyaring partikel PM2,5 yang berukuran sangat kecil.

Risiko Kesehatan dan Kelompok yang Harus Lebih Waspada

Paparan polusi udara dalam jangka pendek maupun panjang dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan. Dinkes Kaltara mencatat sejumlah penyakit yang bisa dipicu atau diperburuk oleh polusi udara antara lain pneumonia, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma, hingga kanker paru-paru.

Kelompok rentan seperti lansia dan warga dengan riwayat penyakit sensitif terhadap polusi udara diminta untuk lebih berhati-hati. Mereka disarankan membatasi aktivitas di luar rumah dan memastikan masker terpasang dengan sempurna jika terpaksa keluar.

“Kelompok rentan sebaiknya membatasi aktivitas di luar rumah. Kalau memang harus keluar, gunakan masker yang sesuai dan pastikan terpasang rapat,” kata Yuan.

Langkah Antisipasi di Dalam Rumah

Selain melindungi diri saat di luar ruangan, Dinkes juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal selama kondisi kabut asap berlangsung. Warga diimbau untuk membasahi lingkungan sekitar rumah agar debu tidak mudah beterbangan.

Lantai, jendela, dan ventilasi rumah perlu dibersihkan secara rutin untuk meminimalkan masuknya partikel debu ke dalam ruangan. Upaya sederhana ini dinilai efektif mengurangi konsentrasi polutan di dalam rumah.

“Kami berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga kesehatan selama kondisi udara belum membaik,” pesan Yuan Erenst Sukawatie.

Reporter: Galih Prayoga
Sumber: kaltara.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top