BULUNGAN — Komisi II DPRD Kalimantan Utara (Kaltara) mendorong Bankaltimtara memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha di sektor pertanian, perikanan, dan UMKM. Anggota Komisi II DPRD Kaltara, Rakhmat Sewa, menyampaikan hal ini usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran manajemen Bankaltimtara, Kamis (20/8/2026).
Rakhmat menilai skema pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) perlu dioptimalkan agar manfaatnya dirasakan lebih luas, terutama oleh warga di daerah perbatasan yang selama ini kerap kesulitan mengakses permodalan.
Dalam pertemuan tersebut, Rakhmat menyoroti tiga hal utama yang menjadi perhatian Komisi II. Pertama, percepatan akses permodalan bagi pelaku UMKM, petani, dan nelayan. Kedua, pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dan penyertaan modal pemerintah daerah. Ketiga, kelancaran pembayaran gaji ASN serta pembagian dividen.
"Yang kita dorong bagaimana akses permodalan masyarakat bisa lebih mudah, cepat, dan bunganya terjangkau. Ini penting terutama bagi pelaku usaha kecil, petani, nelayan, dan UMKM," ujar Rakhmat.
Selain soal pembiayaan, Komisi II juga membahas pengelolaan keuangan daerah secara menyeluruh. Rakhmat menegaskan bahwa koordinasi terkait RKUD, penyertaan modal, hingga pembagian dividen harus dikelola secara transparan dan akuntabel.
"Termasuk bagaimana koordinasi terkait RKUD, penyertaan modal, dividen, sampai dengan kelancaran belanja daerah. Semua harus dikelola dengan baik dan memberikan manfaat bagi daerah," katanya.
Ia juga meminta kepastian kelancaran pembayaran gaji ASN agar tidak terjadi hambatan dalam pengelolaan keuangan daerah. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas pelayanan publik di lingkungan Pemprov Kaltara.
Rakhmat berharap hasil pembahasan bersama Bankaltimtara dapat ditindaklanjuti melalui penguatan koordinasi antara DPRD, pemerintah daerah, dan pihak perbankan. Ia menekankan bahwa peran Bankaltimtara tidak hanya sebagai lembaga pelayanan perbankan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi daerah.
"Kita ingin Bankaltimtara benar-benar menjadi bagian dari penggerak ekonomi daerah. Bukan hanya dari sisi pelayanan perbankan, tetapi juga bagaimana pembiayaan dan pengelolaan keuangan bisa berdampak langsung terhadap masyarakat," pungkasnya.