BULUNGAN — Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang membeberkan delapan program prioritas untuk tahun anggaran 2027. Paparan itu disampaikan dalam agenda rapat paripurna ke-16 masa sidang ke-III tahun 2026 tentang nota pengantar rancangan kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara (KUAPPAS).
Zainal menyebut fokus pembangunan tahun depan tidak hanya menyentuh sektor fisik, tetapi juga penguatan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan. "Termasuk fokus pembangunan wilayah perbatasan dan UMKM," kata Zainal di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Kaltara.
Di tengah keterbatasan fiskal, pemerintah daerah mengklaim berhasil menekan angka pengangguran dan kemiskinan pada tahun 2025 lalu. Meski penurunannya tipis, Gubernur menilai capaian itu tetap patut disyukuri.
"Walaupun sedikit karena memang keterbatasan anggaran, tapi kita bersyukur bahwa kita dapat menurunkan angka kemiskinan itu secara perlahan," jelasnya.
Untuk mendanai program-program prioritas tersebut, Pemprov Kaltara memasang target pendapatan asli daerah yang cukup ambisius. Proyeksi PAD pada 2027 mencapai angka Rp 2,2 triliun, naik dari capaian tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu sektor yang bakal dioptimalkan untuk menaikkan PAD adalah konektivitas wilayah. Gubernur berharap perbaikan infrastruktur penghubung antardaerah dapat mendorong aktivitas ekonomi dan meningkatkan penerimaan daerah.
Selain mengandalkan pendapatan asli, Zainal menyampaikan harapan agar transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat mengalami peningkatan. Menurutnya, tambahan dana dari pusat menjadi kunci untuk mempercepat pembangunan di Kalimantan Utara.
"Kita harapkan disamping dari PAD, kita juga bisa mendapatkan kucuran TKD dari pemerintah pusat," pungkasnya.
Delapan program prioritas yang dipaparkan meliputi swasembada pangan, kesehatan, pendidikan, peningkatan sumber daya manusia, pembangunan wilayah perbatasan, penguatan UMKM, serta sektor-sektor penunjang lainnya yang dianggap strategis bagi pertumbuhan daerah.