TANJUNG SELOR — Kejadian bermula sekitar pukul 10.20 Wita ketika speedboat bertolak dari Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor menuju Pelabuhan SDF Tarakan. Baru sekitar 20 menit berlayar, api tiba-tiba muncul dari bagian belakang kapal saat melintasi Sungai Salimbatu dan dengan cepat membesar.
Nahkoda segera mengarahkan kapal ke tepian sungai dan mengandaskannya. Seluruh penumpang yang terdiri atas 23 orang dewasa, tiga anak-anak, dan empat kru kapal berhasil turun ke daratan tanpa korban luka.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan, Syahril, mengatakan proses penyelamatan berlangsung cepat karena lokasi kejadian berada dekat dengan daratan. Tim SAR gabungan bersama personel Polairud langsung bergerak setelah menerima laporan.
"Begitu menerima laporan, kami bersama Polairud langsung menuju lokasi. Syukurnya kapal berada dekat daratan sehingga nahkoda bisa segera menepi dan seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri," ujarnya.
Kobaran api menghanguskan hampir seluruh badan speedboat yang terbuat dari fiberglass. Kepala Pos Pelabuhan Kayan II UPP Tanjung Selor, Mulyono, menyatakan kapal tidak mungkin lagi dibawa kembali ke pelabuhan karena kondisinya sudah habis terbakar.
"Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap nahkoda. Penyebab kebakaran belum dapat dipastikan," katanya.
Usai dievakuasi, delapan penumpang memilih melanjutkan perjalanan ke Tarakan menggunakan speedboat reguler lainnya. Adapun penumpang lainnya dipulangkan ke Tanjung Selor menggunakan armada SAR gabungan dan kapal bantuan.
Setibanya di Pelabuhan Kayan II, seluruh penumpang menjalani pemeriksaan kesehatan. Hingga kini aparat masih melakukan pendataan dan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran yang menghanguskan Speedboat Sekatak A3.