KALIMANTAN UTARA — Bermain di hadapan publik sendiri justru menjadi blunder bagi Timnas Indonesia. Vietnam tampil efisien dan menghukum kelengahan lini belakang Garuda sejak menit awal. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi perjalanan Indonesia di turnamen, yang sebelumnya diunggulkan di Grup A.
Petaka dimulai saat laga baru berjalan lima menit. Nguyen Van Vi sukses menuntaskan umpan Nguyen Hoang Duc dengan sepakan dari sudut sempit yang tak mampu dihalau Nadeo Argawinata. Tertinggal satu gol, Indonesia mencoba bangkit lewat pergerakan Thom Haye, namun upayanya masih mentok di lini belakang Vietnam.
Belum genap seperempat jam, gawang Indonesia kembali jebol. Nguyen Hai Long lolos dari jebakan offside dan berdiri bebas di sisi kiri sebelum melepaskan tembakan terukur ke tiang dekat. Sisi kanan pertahanan Indonesia kembali menjadi titik lemah yang dieksploitasi.
Keputusan memarkir Sandy Walsh dan menempatkan Jordi Amat di lini belakang tidak berjalan mulus. Sepanjang babak pertama, Indonesia mengandalkan umpan-umpan lambung ke Mitchell Baker, tetapi duet bek Vietnam terlalu dominan di udara. Kombinasi Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen juga kerap buntu menghadapi rapatnya pertahanan lawan.
Vietnam nyaris menambah gol sebelum jeda melalui sundulan Nguyen Tai Loc yang hanya melenceng tipis. Sebaliknya, tandukan Baker belum menemui sasaran. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Selepas jeda, Vietnam justru tampil semakin agresif dengan pressing intens dan tusukan dari kedua sayap. Indonesia kesulitan keluar dari tekanan. Peluang terbaik di awal babak kedua datang dari Thom Haye, namun sepakannya terlalu ringan dan mudah diamankan kiper Vietnam.
Shin Tae-yong merespons dengan memasukkan tiga pemain sekaligus: Jens Raven, Beckham Putra, dan Tim Geypens untuk menyegarkan lini serang. Namun perubahan itu tak mengubah arah laga. Vietnam memastikan kemenangan telak melalui gol Xuan Son di sisa waktu pertandingan.
Kekalahan ini membuat Indonesia tertahan di posisi tiga klasemen Grup A dengan tiga poin. Vietnam memuncaki klasemen dengan sembilan poin, sementara Singapura yang juga meraih kemenangan di laga lain berada di atas Indonesia. Laga pamungkas melawan Singapura pada laga berikutnya menjadi penentu nasib Garuda.
Timnas Indonesia tidak punya pilihan selain meraih kemenangan untuk bisa melaju ke babak semifinal. Jika gagal, langkah Garuda di Piala AFF 2026 dipastikan berakhir lebih awal.