KALIMANTAN UTARA — Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk penjualan ritel periode Juni 2026 menunjukkan pergeseran peta persaingan merek asal Tiongkok. BYD berhasil merebut kembali posisi puncak dengan distribusi 3.757 unit dari diler ke konsumen. Capaian ini membalikkan posisi Mei lalu, di mana Jaecoo memimpin dengan 3.000 unit.
Jaecoo kini bertengger di peringkat kedua dengan 3.050 unit, hanya terpaut tipis dari BYD. Geely menorehkan pencapaian terbaiknya dengan menjual 2.038 unit, menempati posisi ketiga. Wuling mengikuti di urutan keempat dengan 1.469 unit.
Chery mulai menunjukkan tren pemulihan. Merek ini mengirimkan 1.062 unit pada Juni, naik dari 968 unit pada bulan sebelumnya. MG juga mencatatkan pertumbuhan, dari 444 unit di Mei menjadi 667 unit di Juni.
Di sisi lain, GAC Aion mengalami penurunan paling tajam. Penjualan ritelnya anjlok dari 454 unit pada Mei menjadi hanya 290 unit pada Juni. Secara agregat, penjualan seluruh merek mobil Cina turun 13 persen dibanding periode sebelumnya. Sumber internal industri menduga kebijakan insentif yang berubah menjadi biang kerok perlambatan ini.
Untuk mendongkrak angka penjualan, sejumlah pabrikan mulai mengandalkan model baru di segmen elektrifikasi. Wuling menyiapkan Aira EV, varian anyar yang melengkapi Air ev dengan banderol di bawah Rp 200 jutaan. Sementara MG menghadirkan versi hybrid dari SUV kompak ZS.
Kabar segar datang dari Denza, sub-merek BYD. Mereka dikabarkan tengah mempersiapkan dua model baru untuk pasar Indonesia. Selain SUV B5, model Z9GT juga disebut-sebut akan segera diperkenalkan ke konsumen. Langkah ini diyakini untuk memperkuat posisi Denza di segmen premium yang mulai panas.
Berikut adalah daftar lengkap 10 merek mobil Cina terlaris di Indonesia periode Juni 2026 berdasarkan data ritel Gaikindo: