Hujan Es dan Angin Kencang Landa Krayan, Satu Rumah Tertimpa Pohon, Atap Masjid Terlepas

Penulis: Indra Firmansyah  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 17:08:01 WIB
Hujan es dan angin kencang melanda Krayan, Nunukan, pada 16 Juli 2026, menyebabkan satu rumah tertimpa pohon dan atap masjid terlepas.

NUNUKAN — Cuaca ekstrem yang melanda wilayah perbatasan di Krayan tidak hanya memicu hujan es, tetapi juga angin kencang yang merusak sejumlah bangunan. Data dari Stasiun Meteorologi Kelas III Yuvai Semaring mencatat curah hujan mencapai 75 milimeter per hari dengan kecepatan angin maksimum 18 knot.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16.00 hingga 18.00 Wita. Selain satu rumah yang tertimpa pohon, beberapa atap rumah warga dan atap tempat ibadah di Desa Long Katung, Kecamatan Krayan, terlepas akibat terjangan angin. Satu pagar rumah dan tiang radio Single Side Band (SSB) juga dilaporkan roboh.

Kerusakan dan Dampak di Lapangan

Tim respons cepat bencana hidrometeorologi langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan cukup besar akibat kerusakan bangunan dan fasilitas komunikasi warga.

Penyebab Cuaca Ekstrem: Kombinasi Gelombang Kelvin dan Suhu Laut Hangat

Forecaster on Duty BMKG, Muhammad Hermansyah, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer yang labil menjadi pemicu utama. Suhu muka laut di perairan Kalimantan Utara berkisar antara 30 hingga 32 derajat Celsius, dengan anomali plus 0,5 hingga 1 derajat Celsius. Kondisi ini meningkatkan aktivitas konvektif atau pembentukan awan hujan.

“Keadaan cuaca hujan lebat mulai dilaporkan pada tanggal 16 Juli 2026 pukul 16.00 Wita hingga 18.00 Wita,” ujarnya.

Bagaimana Awan Cumulonimbus Terbentuk di Atas Krayan?

Analisis citra satelit menunjukkan awan hujan mulai terdeteksi pada pukul 16.00 Wita dengan suhu puncak awan mencapai minus 69 derajat Celsius. Suhu sedingin itu menandakan awan telah mencapai puncak troposfer, yang biasanya menghasilkan hujan es dan angin kencang.

Data radar cuaca juga mengonfirmasi peningkatan reflektivitas hingga 35 desibel Z pada pukul 16.57 Wita, menandakan intensitas hujan yang lebat. Selain itu, aktifnya Gelombang Kelvin yang bergerak ke timur melintasi Kalimantan Utara turut mendukung pertumbuhan awan konvektif.

Kelembapan Tinggi dan Indeks Stabilitas Udara yang Labil

BMKG mencatat kelembapan udara di wilayah Krayan mencapai 80 hingga 100 persen pada lapisan 925–700 milibar. Sementara itu, nilai K-Index yang berada di atas 30 dan Lifted Index (LI) yang negatif menunjukkan potensi tinggi terbentuknya awan Cumulonimbus yang memicu cuaca ekstrem.

Prakiraan Cuaca Tujuh Hari ke Depan

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Utara selama tujuh hari ke depan. Warga di daerah rawan longsor dan pohon tumbang diminta untuk selalu memantau informasi cuaca terkini.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: benuanta.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top