MALINAU — Gedung Sekolah Minggu Buddha (SMB) "Samadinah" yang berlokasi di Kabupaten Malinau resmi beroperasi setelah diresmikan langsung oleh Bupati Malinau Wempi W. Mawa, Sabtu (11/7/2026). Pembangunan fasilitas ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Malinau, Vihara Buddhist Sanjaya, para donatur, dan umat Buddha setempat.
Proses pembangunan gedung ini dimulai setelah dana hibah dari pemerintah daerah disalurkan pada 3 Oktober 2025. Konstruksi rampung tepat dua bulan kemudian, yakni pada 3 Desember 2025. Kehadiran gedung ini menjadi langkah konkret Pemkab Malinau dalam mendukung pendidikan keagamaan di luar jalur formal.
Dalam sambutannya, Bupati Wempi menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan prioritas utama daerah. Menurutnya, infrastruktur fisik relatif mudah dibangun, tetapi membentuk generasi yang berakhlak dan terampil adalah kunci kesejahteraan jangka panjang.
"Pembangunan sumber daya manusia adalah prioritas utama. Infrastruktur fisik mudah dibangun, tetapi SDM yang baik, berakhlak, dan terampil adalah kunci kesejahteraan daerah," ujar Wempi.
Orang nomor satu di Malinau itu juga mengingatkan pentingnya nilai toleransi antarumat beragama. Menurutnya, pendidikan agama harus mampu menanamkan cinta kasih, kebijaksanaan, dan sikap saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat. Ia berharap SMB Samadinah mampu melahirkan generasi muda Buddha yang memiliki keimanan, kepedulian, dan kreativitas untuk berkontribusi membangun daerah.
Ketua Yayasan sekaligus Ketua Panitia Pembangunan SMB Vihara Buddhist Sanjaya Malinau, Andrianto, mengungkapkan rasa syukur atas rampungnya gedung tersebut. Ia berharap dukungan dari pemerintah daerah tidak berhenti sampai di sini.
"Kami sangat berbahagia karena hari ini telah dilaksanakan peresmian oleh Bapak Bupati Malinau beserta seluruh undangan. Kami berharap dukungan dari pemerintah daerah terus diberikan sehingga sekolah Minggu Samadinah dapat tetap eksis sampai seterusnya," kata Andrianto.
Ia menambahkan, cita-cita utama pendirian sekolah ini adalah menjadi tempat menggodok generasi muda yang memiliki moral baik dan mampu membantu pemerintah dalam pembangunan daerah.
Acara peresmian turut dihadiri jajaran Forkopimda Malinau, Kepala Kantor Kementerian Agama Malinau, Ketua Walubi Kaltara, Majelis Buddhayana, serta para donatur dan umat Buddha dari Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur. Dengan beroperasinya gedung ini, Pemkab Malinau berharap fasilitas tersebut menjadi pusat pendidikan agama, pembinaan karakter, serta wadah memperkuat persatuan dan toleransi di tengah masyarakat.