TARAKAN — Apresiasi dan kritik disampaikan berbarengan oleh Fraksi Gerindra DPRD Kota Tarakan dalam Rapat Paripurna ke-26 Masa Sidang III Tahun 2026, Kamis (2/6/26). Agenda rapat adalah pemaparan Pandangan Umum terhadap Nota Penjelasan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.
Sekretaris Fraksi Gerindra, Suryadi Sangkala, yang membacakan pandangan fraksi, menyebut prestasi WTP tujuh kali beruntun sebagai pencapaian luar biasa. “Semoga capaian ini memacu kinerja yang lebih baik lagi ke depan,” ujarnya.
Meski memberikan pujian, Fraksi Gerindra mengingatkan bahwa keberhasilan APBD tidak boleh diukur hanya dari kerapian laporan administratif. Setiap rupiah yang dibelanjakan harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kualitas belanja daerah dituntut harus lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran,” tegas Suryadi.
Catatan kedua, Pemkot Tarakan didorong untuk tidak berada di zona nyaman dalam mengandalkan pendapatan daerah yang konvensional. Gerindra meminta pemerintah daerah lebih kreatif dan inovatif menembus potensi ekonomi baru guna memicu sumber pendapatan alternatif.
Catatan paling tajam dari Fraksi Gerindra tertuju pada realisasi belanja daerah. Fraksi mendesak Pemkot Tarakan mengutamakan program yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak.
Sektor infrastruktur jalan, peningkatan fasilitas kesehatan, serta perbaikan kualitas air bersih PDAM menjadi sorotan utama. Suryadi menyebut ketiga sektor ini masih menjadi keluhan pelik warga Tarakan hingga saat ini.
Di akhir pandangannya, Fraksi Gerindra menyatakan sikap resmi mendukung keberlanjutan pembahasan regulasi ini. “Dengan mengucapkan kalimat Bismillahirrahmanirrahim, kami menyatakan menerima Raperda Pertanggungjawaban APBD TA 2025 untuk dikaji lebih mendalam pada tahapan legislasi berikutnya,” pungkas Suryadi.
Rapat paripurna turut dihadiri Wakil Walikota Tarakan, unsur pimpinan dan anggota DPRD, jajaran Forkopimda termasuk Dandim 0907 Tarakan dan Wakapolres Tarakan, serta para kepala OPD, camat, hingga lurah se-Kota Tarakan.