NUNUKAN — Polres Tarakan dan Polres Nunukan di Kalimantan Utara (Kaltara) kompak berganti pucuk pimpinan dalam gelombang mutasi Polri pekan lalu. AKBP Bonifasius Rumbewas yang sebelumnya menjabat Kapolres Nunukan, kini dirotasi menjadi Kapolres Tarakan menggantikan AKBP Erwin S Manik.
Posisi Kapolres Nunukan yang ditinggalkan Bonifasius akan diisi oleh AKBP Ruslaeni. Informasi yang dihimpun, perwira dengan pangkat ajun komisaris besar polisi itu sebelumnya bertugas sebagai Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Kepulauan Riau (Kepri).
Mutasi ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang diterbitkan pada Jumat (26/6/2026). Total ada tujuh surat telegram yang diterbitkan, mencakup rotasi dan mutasi 1.121 personel Polri, pembentukan Polresta baru di Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur, serta peningkatan status sejumlah Polres Tipe D menjadi Polresta.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi. Tujuannya untuk meningkatkan profesionalisme, kapasitas kepemimpinan, serta efektivitas pelaksanaan tugas Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.
"Melalui mutasi ini diharapkan seluruh personel yang mendapatkan amanah jabatan baru dapat segera beradaptasi, meningkatkan kinerja, dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi serta masyarakat," papar Trunoyudo, Jumat (26/6/2026).
Mengutip data dari detikNews, di antara 1.121 personel yang dimutasi, sebanyak 190 di antaranya mengisi jabatan kapolres dan setingkatnya. Lingkungan Polda Kaltara menjadi salah satu yang mengalami dua pergantian kepemimpinan sekaligus, yakni di Polres Tarakan dan Polres Nunukan.
Rotasi ini menjadi perhatian di Kalimantan Utara mengingat posisi strategis kedua polres tersebut. Polres Tarakan merupakan wilayah perkotaan dengan dinamika ekonomi dan pelabuhan yang tinggi, sementara Polres Nunukan berbatasan langsung dengan Malaysia dan menjadi pintu masuk utama jalur perbatasan.