TARAKAN — Proyek sekolah terintegrasi di Mamburungan Timur masuk tahap krusial: penyelesaian lahan. Pemkot Tarakan menargetkan seluruh dokumen hibah tanah rampung pada Juni 2026 agar konstruksi bisa segera dimulai.
Pemkot telah menyiapkan lahan di Kelurahan Mamburungan Timur untuk kawasan pendidikan terpadu. Wali Kota Khairul menegaskan percepatan sertifikasi lahan menjadi prioritas utama yang harus segera dituntaskan.
"Pemerintah Kota Tarakan juga siap melengkapi seluruh dokumen yang diperlukan dalam proses hibah lahan pada Juni 2026," ujar Khairul dalam rapat yang dihadiri Plt Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perkim, Kepala BPKAD, Kepala Bappeda, Kepala DPMPTSP, serta pihak BPN Tarakan.
Tidak hanya infrastruktur, Pemkot Tarakan berkomitmen menyediakan tenaga pendidik dan kepala sekolah untuk operasional sekolah terintegrasi nantinya. Langkah ini diambil agar sekolah siap berfungsi begitu bangunan fisik selesai.
Khairul menyebut proyek ini sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Tarakan. Sekolah terintegrasi dirancang untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat di masa mendatang dengan menggabungkan jenjang SMP dan SMA dalam satu kawasan.
Kelurahan Mamburungan Timur dipilih sebagai lokasi pengembangan kawasan pendidikan terpadu. Rapat koordinasi lintas instansi digelar untuk membahas langkah teknis percepatan, termasuk penyelesaian administrasi pertanahan.
"Seluruh pihak terkait diharapkan dapat mempercepat proses administrasi dan persiapan pembangunan," tegas Khairul. Rapat tersebut membahas hal-hal teknis yang diperlukan agar proyek tidak terhambat masalah lahan atau dokumen.