KALIMANTAN UTARA — Dalam pernyataan yang dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah RI, Prabowo mengaku membiasakan diri menimbang setiap kritik dengan realitas yang dihadapi rakyat biasa. "Saya menyambut kritik. Saya selalu membiasakan diri untuk menelaah dengan saksama setiap kritik yang ditujukan kepada pemerintah yang saya pimpin," ujarnya.
Prabowo menegaskan komitmennya terhadap demokrasi. Ia mengingatkan bahwa dirinya dipilih oleh lebih dari 90 juta rakyat Indonesia dalam pemilu yang bebas dan adil. "Indonesia adalah negara demokrasi, dan akan tetap menjadi demokrasi," tegasnya.
Meski mengakui demokrasi tidak sempurna, Prabowo meyakini sistem ini tetap yang terbaik. Namun ia menambahkan, penerapan demokrasi perlu disesuaikan dengan budaya Indonesia. Menurut dia, kerja sama lebih diutamakan ketimbang fragmentasi politik, dan kerendahan hati lebih dihargai daripada permusuhan politik. "Kami percaya demokrasi harus menghasilkan stabilitas, dan kemajuan, bukan kelumpuhan," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyoroti target pertumbuhan ekonomi. Selama bertahun-tahun ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5 persen, namun ia menilai angka itu belum cukup. "Kita tidak akan sampai ke sana dengan terus melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Puas dengan status quo berarti stagnasi," katanya.
Untuk mengejar pertumbuhan 8 persen per tahun, pemerintah menjalankan sejumlah program transformasi. Di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, hilirisasi industri, hingga pembentukan Danantara. Prabowo mengakui perjalanan transformasi tidak akan sempurna. "Sejarah mengajarkan, tidak ada transformasi nasional besar yang berjalan sempurna," ujarnya.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintahannya akan merespons kritik dengan hasil nyata. "Sebagai pemerintah, kami akan menjawab kritik bukan dengan retorika, melainkan dengan hasil nyata yang dapat diukur oleh siapa pun, di mana pun," sambung dia.
Pernyataan ini muncul di tengah dinamika politik nasional yang kerap diwarnai perdebatan antara kebutuhan stabilitas dan ruang demokrasi. Prabowo menekankan bahwa legitimasi demokratis diperoleh melalui kesabaran, kepercayaan rakyat, dan penghormatan terhadap kehendak rakyat. "Perjalanan Indonesia tidak sempurna dan tidak akan sempurna. Namun kami bertekad agar negara ini tidak lagi didefinisikan oleh keraguan, ketergantungan, atau kinerjanya yang di bawah potensi," pungkasnya.