Korban Tewas Gempa Filipina Selatan Capai 45 Orang, 149 Ribu Warga Terdampak

Penulis: Jamal Nasution  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 20:40:31 WIB
Evakuasi korban gempa di Filipina Selatan masih berlangsung dengan melibatkan tim SAR militer.

KALIMANTAN UTARA — Badan Penanggulangan Bencana Filipina (OCD) melaporkan gempa berkekuatan signifikan itu memporak-porandakan permukiman di Semenanjung Zamboanga, Davao, Soccsksargen, dan Daerah Otonomi Bangsamoro. Deputi Administrator Bidang Administrasi OCD, Bernardo Rafaelito Alejandro IV, menyebut korban jiwa tersebar di beberapa wilayah.

"Sebanyak 18 orang meninggal di Sarangani, 15 orang di Cotabato Selatan, 11 orang di Davao Occidental, dan satu orang di Davao del Sur," ujar Alejandro dalam wawancara dengan DZMM, Selasa (9/6).

Puluhan Warga Hilang, Evakuasi Masih Berlangsung

Selain korban tewas, otoritas lokal masih melakukan verifikasi terhadap 17 warga yang dilaporkan hilang. Sebanyak 13 orang dilaporkan hilang di Davao Occidental, sementara empat lainnya berada di General Santos City. Proses pencarian terus dilakukan tim penyelamat di tengah kondisi medan yang sulit.

Dewan Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana (NDRRMC) mencatat gempa berdampak pada 33.596 keluarga atau sekitar 149.372 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.813 keluarga atau 32.464 orang kini menempati 57 pusat evakuasi yang tersebar di beberapa titik.

Kerusakan Rumah Capai Ribuan Unit

NDRRMC mendata sebanyak 2.499 rumah mengalami kerusakan sebagian, sementara 495 rumah lainnya rusak total. Kerusakan terparah terkonsentrasi di Semenanjung Zamboanga, Wilayah Davao, dan Soccsksargen. Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat ketimbang bertahan di tenda pengungsian.

Bantuan logistik mulai didistribusikan ke lokasi terdampak. Sebanyak 1.804 keluarga atau 8.973 orang tercatat menerima bantuan di luar lokasi pengungsian. Pemerintah daerah setempat masih terus mendata kebutuhan mendesak seperti air bersih, makanan, dan obat-obatan.

Militer Dikerahkan untuk Percepatan Penanganan

Angkatan Darat Filipina mengerahkan tim Urban Search and Rescue (USAR) yang terdiri dari 18 personel ke General Santos City, salah satu wilayah dengan kerusakan paling parah. Juru Bicara Angkatan Darat Filipina, Kolonel Louie Dema-ala, mengatakan Divisi Infanteri Ke-10 telah menurunkan sekitar 200 personel ke kota tersebut.

"Divisi Infanteri Ke-6 juga mengirimkan 53 personel dari 12 tim bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana (HADR). Mereka ditempatkan di General Santos City, Maitum, Kiamba, dan Maasim di Sarangani, serta Lebak di Provinsi Sultan Kudarat," ujar Dema-ala.

Militer juga mengerahkan kendaraan pendukung berupa delapan truk KM-250, lima truk KM-450, dua kendaraan patroli, dan tiga sepeda motor. Selain itu, 530 personel dari 53 tim HADR Divisi Infanteri Ke-10 serta 77 personel dari sembilan tim HADR Divisi Infanteri Ke-6 disiagakan, didukung 56 truk militer dan satu kendaraan patroli.

"Angkatan Darat Filipina bekerja sama erat dengan lembaga pemerintah nasional dan pemerintah daerah untuk memastikan respons yang cepat dan terkoordinasi terhadap gempa-gempa yang merusak di kawasan itu," tegas Dema-ala.

Reporter: Jamal Nasution
Back to top