Polres Jaktim Dalami Aliran Uang Korban Penipuan Wedding Organizer, Tersangka Kabur ke Bandung Barat

Penulis: Kemal Batubara  •  Minggu, 31 Mei 2026 | 19:18:01 WIB
Polres Metro Jakarta Timur mendalami aliran dana korban penipuan WO Marwah.

KALIMANTAN UTARA — Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur tengah memeriksa secara intensif dua tersangka penipuan berkedok jasa pernikahan. Pemeriksaan difokuskan pada penelusuran penggunaan uang puluhan korban yang diduga tidak digunakan untuk acara pernikahan.

Penyidik Lacak Aliran Dana untuk Aset Pribadi

"Terkait penggunaan uang korban, saat ini masih pendalaman penyidik melalui pemeriksaan intensif terhadap kedua tersangka," kata Humas Polres Metro Jakarta Timur Aipda I Gusti MP dalam keterangannya, Minggu (2/6).

Penyidik mencurigai uang setoran para korban tidak seluruhnya digunakan untuk operasional pernikahan. Sejumlah kemungkinan tengah ditelusuri, mulai dari pemakaian untuk keperluan pribadi, pembelian aset lain, hingga menutup biaya operasional acara sebelumnya yang gagal.

Dua Tersangka Dibekuk di Kontrakan Bandung Barat

Pasangan suami istri berinisial RM dan ER itu diringkus Tim Opsnal Resmob Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur di sebuah rumah kontrakan di Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Penangkapan terjadi pada Sabtu (1/6) setelah keduanya sempat berpindah-pindah lokasi.

"Terkait apakah keduanya memang berniat melarikan diri, hal itu masih didalami penyidik. Namun dalam proses pencarian, kedua tersangka diketahui tidak berada di alamat yang biasa digunakan," ujar Gusti.

Modus: Terima Pelunasan, Lalu Hilang Kontak

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal menjelaskan, kasus ini terbongkar setelah polisi menerima banyak laporan. Para korban mengaku telah membayar sejumlah uang untuk paket pernikahan, namun pihak WO Marwah tidak kunjung merealisasikan acara sesuai kontrak.

"Setelah menerima pembayaran dari para korban, pelaku tidak melaksanakan kewajibannya sesuai perjanjian dan keberadaannya tidak diketahui oleh para korban," kata Alfian.

Kepanikan mulai melanda para calon pengantin ketika mereka kesulitan menghubungi pihak WO Marwah menjelang hari-H pernikahan. Sebagian besar kebutuhan acara—mulai dari dekorasi, katering, hingga dokumentasi—telah dipercayakan sepenuhnya kepada penyelenggara tersebut.

Kedua tersangka kini telah ditahan di Mapolres Metro Jakarta Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi masih membuka kemungkinan adanya korban lain di luar yang telah melapor.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top