TANJUNG SELOR — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut Kalimantan Utara menyimpan potensi besar untuk penemuan spesies tumbuhan baru. Kawasan hutan yang masih luas dan relatif terjaga menjadi laboratorium alam bagi para peneliti untuk mengungkap keanekaragaman hayati yang belum terdokumentasi.
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, dalam keterangan resmi yang diterima di Tanjung Selor, mengungkapkan bahwa Provinsi Kalimantan Utara merupakan salah satu wilayah prioritas riset keanekaragaman hayati. Luasnya kawasan hutan primer dan sekunder di daerah ini menjadi habitat bagi ribuan spesies tumbuhan, termasuk yang belum teridentifikasi.
“Kalimantan Utara adalah salah satu surga keanekaragaman hayati yang belum banyak tersentuh riset. Potensi penemuan spesies baru di sini sangat besar, baik dari kelompok tumbuhan tingkat tinggi maupun rendah,” ujar Handoko.
Kondisi geografis Kalimantan Utara yang terdiri dari pegunungan, dataran rendah, dan kawasan gambut menciptakan ekosistem unik. Setiap tipe habitat berpotensi menyimpan spesies endemik yang tidak ditemukan di tempat lain.
Peneliti dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN telah memulai serangkaian ekspedisi di beberapa kabupaten, seperti Bulungan, Malinau, dan Nunukan. Hasil sementara menunjukkan adanya indikasi beberapa spesies baru dari famili Dipterocarpaceae dan Orchidaceae yang sedang dalam proses validasi ilmiah.
Penemuan spesies tumbuhan baru tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga berpotensi mendukung pengembangan sektor farmasi, kosmetik, dan pangan lokal. BRIN mendorong pemerintah daerah untuk menyiapkan regulasi yang melindungi sumber daya genetik sekaligus membuka peluang hilirisasi hasil riset.
“Kami berharap temuan ini bisa menjadi basis pengembangan ekonomi berbasis biodiversitas bagi masyarakat Kaltara. Namun, perlindungan terhadap habitat asli tetap menjadi prioritas utama,” tambah Handoko.
BRIN berencana memperluas kerja sama dengan Universitas Borneo Tarakan dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur untuk mempercepat proses eksplorasi. Ekspedisi lanjutan dijadwalkan pada musim kemarau mendatang untuk menjangkau lokasi-lokasi yang sulit diakses.
Hingga saat ini, data keanekaragaman hayati di Kalimantan Utara masih terbatas. Riset secara sistematis diharapkan mampu melengkapi peta biodiversitas nasional dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara megabiodiversitas dunia.