KALIMANTAN UTARA — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mulai memimpin pada akhir 2024 langsung memacu produksi pertanian dengan cara yang tidak biasa. Alih-alih membuka sawah baru, Kementerian Pertanian (Kementan) gencar mendorong petani untuk menanam lebih sering dalam setahun.
"Rahasianya adalah menanam lebih banyak, maka panen lebih banyak," ujar Sudaryono dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) 2026 di Jakarta, Senin (25/5).
Strategi utama pemerintah adalah mengubah lahan tadah hujan yang sebelumnya hanya bisa ditanam sekali setahun menjadi lahan produktif sepanjang musim. Solusinya adalah pompanisasi, pipanisasi, perbaikan irigasi, hingga pengeboran air tanah.
Kementan telah mendistribusikan sekitar 70 ribu unit pompa air ke berbagai daerah. Jumlah ini akan terus ditambah untuk mengantisipasi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino. "Untuk memastikan sawah yang tadinya nanam sekali, jadi nanam lebih dari 1 kali. Itu lahan tadah hujan," jelas Sudaryono.
Ia mencontohkan lahan rawa yang airnya menyusut saat kemarau kini bisa ditanami padi berkat pompa yang menyedot air dari sungai ke area persawahan di atasnya.
Sudaryono menanggapi anggapan sejumlah pihak yang meragukan Indonesia bisa swasembada pangan karena luas lahan terus berkurang. Menurutnya, logika itu tidak tepat karena produktivitas lahan justru meningkat.
Data menunjukkan luas baku sawah Indonesia turun dari 7,46 juta hektare menjadi 7,38 juta hektare dalam lima tahun terakhir. Namun, di saat yang sama, stok beras Bulog mencatatkan level tertinggi sepanjang sejarah.
Pemerintah juga mulai memperketat perlindungan lahan pertanian melalui kebijakan sawah abadi. Langkah ini bertujuan menekan alih fungsi lahan yang selama ini menjadi momok bagi sektor pangan nasional.
Sudaryono menilai sektor pertanian sebenarnya merupakan kegiatan ekonomi yang paling mudah diakses masyarakat. Menurutnya, bertani tidak membutuhkan teknologi rumit atau keahlian khusus seperti kimia, teknik, atau industri.
"Intinya pertanian ini adalah satu kegiatan ekonomi yang paling simple, dan tidak membutuhkan sophisticated, sesuatu keahlian yang sulit. Semua orang bisa mengerjakan, hanya tinggal mau atau tidak," tutupnya.