Santri Tarakan Terbitkan 3 Buku Berkat Pendampingan Duta Baca Kaltara, DPK Kaltara Apresiasi Gerakan Literasi

Penulis: Kemal Batubara  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 13:01:36 WIB
Tiga buku karya santri Tarakan terbit berkat pendampingan Duta Baca Kaltara.

TANJUNG SELOR — Tiga buku karya santri di Kota Tarakan resmi terbit setelah melalui program pendampingan menulis selama satu bulan. Buku berjudul Tentang Keluarga yang Selalu di Hati, Hal-Hal yang Selalu Ingin Kuingat, dan Bayi Kecil Itu, Telah Bertumbuh lahir dari proses pembinaan yang digagas oleh Muhammad Ramli, Juara 2 Duta Baca Kalimantan Utara.

Pendampingan 10 Kali Pertemuan Hasilkan Tiga Naskah

Ramli yang juga guru di SMP Islam Terpadu Ibnu Abbas Tarakan dan pendiri mudahmenulis.id, membimbing para santri melalui sepuluh kali pertemuan. Materi pendampingan mencakup pemahaman dasar literasi hingga teknik menyusun tulisan pertama.

“Semangat seperti ini yang perlu terus ditularkan. Literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi bagaimana melahirkan generasi yang kreatif, berpikir maju, dan mampu menghasilkan karya,” kata Kepala DPK Kaltara, Dr. Ilham Zain, Rabu (20/5).

DPK Kaltara: Perubahan Besar Bisa Dimulai dari Lingkungan Terdekat

Ilham Zain menilai keberhasilan para santri menerbitkan buku menunjukkan bahwa pembinaan literasi secara berkelanjutan mampu membangun rasa percaya diri generasi muda. Menurutnya, budaya menulis tidak bisa hanya mengandalkan program pemerintah.

“Gerakan seperti ini menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari lingkungan terdekat. Karena itu budaya membaca dan menulis perlu terus diperkuat,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui DPK Kaltara terus mendorong penguatan literasi yang tidak hanya berfokus pada kebiasaan membaca, tetapi juga keberanian menulis. Momentum Hari Buku Nasional menjadi pengingat bahwa pembangunan literasi harus mampu menciptakan generasi kreatif dan berpikir kritis.

Harapan: Gerakan Serupa Tumbuh di Seluruh Wilayah Kaltara

Ilham berharap gerakan literasi serupa dapat berkembang di berbagai wilayah Kalimantan Utara. Semakin banyak generasi muda yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu menghasilkan karya, diharapkan bisa memberi kontribusi positif bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Langkah Muhammad Ramli bersama para santri di Tarakan disebutnya sebagai contoh nyata bahwa budaya menulis dapat tumbuh dari lingkungan sekolah melalui pendampingan yang konsisten. Keterlibatan aktif sekolah, guru, komunitas, keluarga, dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan program literasi ke depan.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: fokusborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top