KALIMANTAN UTARA — Upaya pemadaman kebakaran di Kantor Bupati Bulungan melibatkan pengerahan kekuatan penuh dari petugas pemadam kebakaran setempat. Sebanyak delapan armada diluncurkan langsung dari Markas Jalan Katamso, sementara dua armada lainnya disiagakan dari kecamatan terdekat untuk mempercepat proses lokalisasi api di area gedung pemerintah tersebut.
Langkah cepat ini diambil karena kobaran api terlihat membesar dari bagian belakang bangunan utama Kantor Bupati Bulungan. Hampir seluruh petugas pemadam kebakaran, termasuk mereka yang sedang tidak mendapatkan giliran piket, langsung meluncur ke lokasi kejadian setelah mendengar informasi darurat.
Dalam proses pemadaman tersebut, seorang petugas pemadam kebakaran Kabupaten Bulungan bernama Nurdin mengalami cedera. Nurdin terluka di bagian tangan saat berupaya menghindari reruntuhan material kaca dari bagian atas bangunan.
"Saya tadi menghindari pecahan kaca dari atas agar tidak jatuh ke badan dengan tangan," ujar Nurdin seusai mendapatkan perawatan darurat.
Dua jari tangan Nurdin harus dibersihkan kemudian diperban oleh petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bulungan. Nurdin tampak meringis menahan perih saat petugas medis membersihkan lukanya. Nurdin mengaku tidak mengetahui secara pasti pukul berapa awal kejadian kebakaran tersebut terjadi, namun ia langsung bergegas menuju lokasi begitu mendengar kabar Kantor Bupati Bulungan terbakar.
Saat kejadian, Nurdin sebenarnya sedang tidak mendapat giliran piket dan tengah makan di rumahnya. Namun, ia langsung membatalkan aktivitas tersebut begitu mendengar informasi darurat kebakaran berkode 65 melalui radio komunikasi.
Berikut beberapa poin penting yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian mengenai musibah kebakaran ini:
Hingga saat ini, penyebab pasti dari kebakaran yang melanda gedung pemerintahan tersebut masih belum diketahui secara pasti. Petugas kepolisian setempat telah berada di lokasi untuk mengamankan area dan mengumpulkan keterangan dari para saksi guna proses penyelidikan lebih lanjut.