TANJUNG SELOR — Kehadiran aparat kepolisian dalam forum perizinan lingkungan ini bukan sekadar formalitas. Polresta Bulungan mengirimkan perwakilannya untuk mendengar langsung masukan dari tokoh masyarakat dan LSM terkait dampak sosial-ekologis proyek pendidikan unggulan tersebut.
”Bapak Kapolresta Bulungan dalam hal ini diwakili oleh Iptu Bernard FP. Siregar, S.H. Kehadiran Polri di sini adalah untuk memastikan seluruh tahapan rencana pembangunan berjalan aman, tertib, serta mendengar langsung aspirasi dari masyarakat terkait dampak lingkungan ke depan,” ujar Kasi Humas Polresta Bulungan, Aipda Hadi.
Forum yang berlangsung sejak pagi hari itu diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama. Agenda utama adalah pemaparan tujuan konsultasi publik oleh tim akademisi dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang dipimpin Dr. Lukman Hakim, S.T., M.Si.
Dalam sesi diskusi, para peserta diberikan ruang seluas-luasnya untuk menyampaikan saran dan masukan. Tujuannya, menurut panitia, adalah meminimalisir dampak lingkungan negatif sekaligus memaksimalkan manfaat sosial-ekonomi bagi warga sekitar lokasi pembangunan.
Selain Polresta Bulungan dan tim Amdal UNY, konsultasi publik ini dihadiri oleh Camat Tanjung Selor, perwakilan Kodim 0903/Bulungan, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kaltara dan Kabupaten Bulungan. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten Bulungan, perwakilan kepala sekolah SMA se-Kabupaten Bulungan, serta sejumlah tokoh masyarakat dan LSM bidang pendidikan dan lingkungan juga turut hadir.
Aipda Hadi menambahkan bahwa secara keseluruhan kegiatan berjalan sangat kondusif. Penyampaian aspirasi dan paparan dari tim ahli berlangsung interaktif tanpa insiden.
”Hingga akhir acara, situasi dilaporkan aman, tertib, dan lancar. Kami berharap pembangunan SMA Unggul Garuda ini nantinya dapat meningkatkan mutu pendidikan di Kaltara tanpa mengesampingkan kelestarian lingkungan,” pungkasnya.