Presiden Prabowo Resmikan Pengadaan 6 Pesawat Rafale dan 4 Falcon 8X, Perkuat Pertahanan Udara Nasional

Penulis: Jamal Nasution  •  Senin, 18 Mei 2026 | 15:31:01 WIB
Presiden Prabowo meresmikan pengadaan enam pesawat tempur Rafale dan empat Falcon 8X di Lanud Halim Perdanakusuma.

JAKARTA — Enam pesawat tempur Rafale buatan Dassault Aviation Prancis resmi bergabung dengan skuadron TNI Angkatan Udara. Penambahan itu merupakan bagian dari pengadaan alutsista tahap terbaru yang diumumkan langsung Presiden Prabowo Subianto di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Senin.

Total ada 11 unit alutsista baru yang diserahkan, terdiri dari enam pesawat MRCA Rafale, empat pesawat Falcon 8X, dan satu pesawat A-400M. Selain itu, pemerintah juga mengakuisisi Radar GCI GM403, Smart Weapon Hammer, dan Missile Meteor.

Pengadaan Ini untuk Pertahanan, Bukan Agresi

Presiden Prabowo menegaskan bahwa modernisasi alutsista semata-mata ditujukan untuk menjaga kedaulatan wilayah Indonesia. Ia menyebut kondisi geopolitik dunia saat ini penuh ketidakpastian sehingga pertahanan menjadi syarat utama stabilitas nasional.

"Kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri. Kita lihat kondisi dunia geopolitik penuh dengan ketidakpastian, dan kita tahu bahwa pertahanan syarat utama untuk stabilitas," ujar Presiden Prabowo.

Total 42 Jet Tempur Rafale Sudah Dikontrak

Kementerian Pertahanan telah memborong sebanyak 42 unit jet tempur Rafale dari Prancis. Kontrak pembelian tahap ketiga untuk 18 unit terakhir sudah efektif, menjadikan TNI AU semakin kuat dalam menjaga wilayah udara Indonesia. Presiden Prabowo memastikan pembangunan kekuatan pertahanan akan terus dilakukan secara bertahap.

"Dalam waktu yang akan datang terus akan kita bangun kekuatan kita. Kita ingin mengamankan wilayah udara, wilayah laut, dan tentunya wilayah daratan kita," kata Presiden Prabowo.

Modernisasi Bertahap untuk Seluruh Wilayah

Pemerintah berharap penambahan alutsista ini mampu meningkatkan kesiapsiagaan pertahanan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan. Pengadaan dilakukan secara bertahap untuk memastikan keamanan di udara, laut, dan daratan.

Reporter: Jamal Nasution
Sumber: kaltara.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top