Sapi Kurban Lokal Tarakan Ludes Terjual Jelang Iduladha, Peternak Keluhkan Harga Bibit Tembus Rp16 Juta

Penulis: Kemal Batubara  •  Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:14:38 WIB
Sapi kurban lokal Tarakan habis terjual menjelang Iduladha dengan harga Rp19 juta hingga Rp28 juta per ekor.

TARAKAN — Momentum Iduladha tahun ini membawa berkah sekaligus tantangan bagi peternak lokal di Kota Tarakan. Di satu sisi, permintaan sapi kurban melonjak drastis, namun di sisi lain, biaya produksi yang membengkak membuat margin keuntungan peternak semakin tipis.

Suroto, peternak sapi asal Kampung 6 Tarakan, menceritakan seluruh sapinya habis terjual dengan harga bervariasi, mulai Rp19 juta hingga Rp28 juta per ekor. Ia menyebut kondisi ini jauh lebih baik dibanding beberapa tahun lalu ketika pasar hewan kurban dibanjiri sapi kiriman dari Sulawesi yang membuat harga sapi lokal terpuruk.

Harga Bibit Sapi Naik, Keuntungan Peternak Terpangkas

Meski penjualan laris, Suroto mengaku tidak bisa bernapas lega. Pasalnya, harga bibit sapi yang sebelumnya relatif stabil kini melonjak tajam hingga mencapai Rp16 juta per ekor. Kenaikan ini langsung berdampak pada pendapatan bersih para peternak.

“Seharusnya bisa dapat untung Rp5 juta, tapi sekarang paling dapat Rp3,5 juta. Harapannya pemerintah bisa mengendalikan harga sapi yang baru datang, jangan sampai kita yang tercekik,” ujar Suroto kepada wartawan, Senin lalu.

Strategi Peternak Menjaga Pelanggan Lokal

Untuk mempertahankan pembeli setia di tengah tekanan biaya, Suroto mengaku menerapkan strategi potongan harga bagi pelanggan langganan. Langkah ini diambil agar seluruh stok sapi habis terjual sebelum Hari Raya Iduladha tiba.

“Yang penting sapi habis terjual dan peternak lokal tetap bisa jalan,” tutupnya.

Suroto berharap pemerintah daerah dapat turun tangan mengendalikan harga sapi yang masuk dari luar daerah. Menurutnya, tanpa intervensi yang jelas, peternak kecil akan semakin sulit bertahan karena biaya pemeliharaan dan pembelian bibit terus meningkat, sementara daya saing di pasar lokal belum sepenuhnya pulih.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: headlineku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top