Anggota DPRD Kaltara Desak Polisi Buru Pelaku Penyekapan dan Kekerasan Seksual Mahasiswi Nunukan di Makassar

Penulis: Indra Firmansyah  •  Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:45:27 WIB
Anggota DPRD Kaltara desak penegak hukum segera tangkap pelaku penyekapan dan kekerasan seksual mahasiswi Nunukan di Makassar.

NUNUKAN — Muhammad Nasir, legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menegaskan kasus yang menimpa mahasiswi asal Nunukan itu bukan lagi sekadar kriminalitas biasa. Ia menyebut perbuatan pelaku sudah menyangkut marwah dan perlindungan terhadap anak daerah yang tengah berjuang menuntut ilmu di perantauan.

“Perbuatan pelaku ini sangat biadab dan tidak berperikemanusiaan. Kami meminta aparat penegak hukum untuk menangkap pelaku secepatnya dan memberikan hukuman yang setimpal,” tegas Nasir, Sabtu (16/5/26).

Modus Lowongan Palsu di Grup Facebook

Berdasarkan informasi yang dihimpun, nasib pilu MA bermula saat ia tergiur lowongan kerja yang beredar di grup Facebook. Korban dijanjikan posisi sebagai baby sitter dengan gaji Rp 3 juta per bulan.

Sesampainya di Makassar, mahasiswi asal Nunukan ini justru disekap selama tiga hari di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Barombong. Selama penyekapan, korban diduga kuat mengalami kekerasan seksual.

Korban Ditemukan dalam Kondisi Lemas dengan Tangan Terikat

Kasus ini mendadak viral di media sosial setelah video penyelamatan korban beredar luas. MA ditemukan warga dan pemilik kontrakan dalam kondisi lemas dengan tangan terikat.

Hingga saat ini, terduga pelaku berinisial FR (30) dikabarkan masih buron dan dalam pengejaran pihak kepolisian.

Nasir Minta Pemprov dan Pemkab Turun Tangan

Tak hanya menuntut keadilan hukum, Muhammad Nasir juga meminta Pemerintah Provinsi Kaltara dan Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk turun tangan secara total. Korban harus mendapatkan pendampingan hukum dan psikologis secara gratis hingga benar-benar pulih dari trauma.

“Jangan sampai setelah kasus ini viral lalu perhatian berhenti. Korban harus didampingi sampai pulih, baik secara mental maupun sosial. Negara harus hadir melindungi warganya,” cetus Nasir.

Ia mengingatkan luka psikologis akibat kekerasan seksual jauh lebih dalam dan berdampak panjang bagi masa depan korban ketimbang luka fisik.

Apresiasi Respons Cepat Gubernur Kaltara

Di sisi lain, Nasir memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, yang dinilai sangat tanggap dan responsif menghadapi musibah yang menimpa warganya. Gubernur disebut telah berkoordinasi dan bertemu langsung dengan Kapolda Sulawesi Selatan.

Nasir mengimbau kepada seluruh masyarakat Kaltara, khususnya kaum milenial, pelajar, dan mahasiswa, untuk tidak mudah percaya dengan tawaran pekerjaan di media sosial yang tidak jelas asal-usulnya.

“Kita berharap masyarakat lebih waspada terhadap modus lowongan kerja palsu di media sosial. Jangan mudah percaya tanpa memastikan identitas dan legalitas pihak yang menawarkan pekerjaan,” pungkasnya.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: fokusborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top