KONI Tarakan Usulkan Anggaran Rp8 Miliar untuk Porprov II Kaltara di Malinau, Target Juara Umum Lagi

Penulis: Galih Prayoga  •  Jumat, 15 Mei 2026 | 16:18:58 WIB
KONI Tarakan mengajukan anggaran Rp8 miliar untuk persiapan Porprov II Kaltara di Malinau.

TARAKAN — KONI Tarakan tengah menggodok persiapan menuju Porprov II/2026 Kalimantan Utara yang akan digelar di Malinau. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah mengajukan proposal anggaran senilai Rp8 miliar untuk mendukung keikutsertaan kontingen.

Usulan tersebut masih menunggu keputusan dari Pemerintah Kota Tarakan. Sekretaris KONI Tarakan, Rizkiyanto, menyebut bahwa pihaknya saat ini intens berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar).

“Usulan anggaran itu kami sekitar Rp8 miliar. Nah itu kan nanti tergantung kebijakan pemerintah kota lagi. Apalagi kan memang efisiensi anggaran, lagi-lagi ada skala prioritas,” ujar Rizkiyanto mewakili Ketua KONI Tarakan, Rukisah Saleh.

Jumlah Kontingen Meningkat, Anggaran Transportasi Jadi Fokus

Jumlah kontingen yang diusulkan mencapai 700 orang, naik dibanding Porprov pertama pada 2022 lalu yang hanya memberangkatkan sekitar 600 orang. Saat itu Tarakan bertindak sebagai tuan rumah dan berhasil keluar sebagai juara umum.

“Porprov pertama kan kita itu sekitar 600-an kontingen. Anggaran juga tidak terlalu besar karena kita bertindak sebagai tuan rumah. Nah ini yang kemungkinan jumlah anggaran yang dibutuhkan mungkin cukup besar karena kita bertanding di Malinau,” jelas Rizkiyanto.

Lokasi Porprov di Malinau membuat pos transportasi menjadi salah satu komponen anggaran terbesar. KONI Tarakan masih akan membahas metode keberangkatan kontingen bersama pemerintah kota dan masing-masing cabang olahraga (cabor) dalam rapat teknis mendatang.

“Apakah tetap lewat jalur laut, menggunakan speedboat atau kapal, kita terus naik bus, itu teknis nanti dibahas dengan pemerintah kota,” katanya.

45 Cabang Olahraga Dipertandingkan, Tunggu Kepastian dari KONI Kaltara

Dalam proposal Rp8 miliar itu, KONI Tarakan mengusulkan keikutsertaan pada 45 cabang olahraga ditambah satu cabor eksebisi, yakni mini soccer. Jumlah ini mengacu pada hasil koordinasi awal dengan KONI Kalimantan Utara yang menyebutkan sekitar 48 cabor akan dipertandingkan.

“Kalau dari proposal yang 8 miliar itu semua cabor. Sambil kita menunggu, ini gambaran porprov pertama ya. Karena kan kita juga masih menunggu dari KONI Kaltara nih, berapa cabor yang dipertandingkan. Kemarin kita koordinasi dengan KONI Kaltara itu sekitar 48 cabor,” ujar Rizkiyanto.

Pemusatan Latihan Tergantung Anggaran, Target Juara Umum Tetap Dikejar

Soal pemusatan latihan (TC), KONI Tarakan menyerahkan sepenuhnya pada ketersediaan anggaran. Jika anggaran disetujui, TC gabungan seluruh cabor bisa dilakukan di satu tempat. Namun, jika tidak memungkinkan, masing-masing cabor akan menyusun program latihan secara mandiri.

“Kalau TC di satu tempat, digabung semua juga bisa. Tapi kan tergantung dengan cabor. Sebelum Porprov ini kan kita mungkin ada rapat kerja ya, itu mungkin akan dibahas untuk bersiap-siap,” kata Rizkiyanto.

KONI Tarakan berharap bisa mengulang prestasi Porprov pertama dengan kembali menjadi juara umum. “Semoga juga hasilnya bisa maksimal dan kita juga bisa tampil. Karena kita tahu sendiri pada porprov pertama, Tarakan juara umumnya. Kita berharap nanti di porprov dua ini kita bisa tampil kembali sebagai juara umum,” ujarnya.

KONI memastikan akan menjalankan apapun arahan dan kebijakan anggaran yang ditetapkan pemerintah kota. “Kita akan intens, apapun arahan dan perintahnya pemerintah kota, kita siap jalan. Berapapun anggaran nanti yang diberikan. Karena juga prinsipnya kan, KONI ini kan kepanjangan tangan pemerintah kota untuk mengurusi olahraga di tahun ini,” tutup Rizkiyanto.

Reporter: Galih Prayoga
Sumber: jendelakaltara.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top