2.200 Jiwa di Bulungan Kini Nikmati Jembatan Perintis Garuda, Akses Sekolah dan Kebun Tak Lagi Pakai Perahu

Penulis: Galih Prayoga  •  Selasa, 12 Mei 2026 | 16:12:53 WIB
Jembatan Perintis Garuda di Desa Sajau Hilir resmi difungsikan, menghubungkan 2.200 jiwa tanpa perlu menggunakan perahu.

BULUNGAN — Jembatan Perintis Garuda di Desa Sajau Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Timur, resmi difungsikan pada Senin lalu. Pembangunan infrastruktur ini merupakan arahan Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dan dikerjakan oleh Kodim 0903/Bulungan.

Dari Kayu ke Besi: Kualitas yang Bikin Kades Sampai Cek Sendiri

Kepala Desa Sajau Hilir, Syahrir, tak langsung percaya dengan hasilnya. Ia mengaku sempat khawatir proyek molor dua hingga tiga bulan. Tapi, target 35 hari terpenuhi, dan yang lebih penting, kualitasnya di luar dugaan.

"Kenapa saya bilang sangat berkualitas, karena ini pakai sudah besi. Kalau kemarin itu kita pakai kayu setiap tahun kita pakai anggaran dana desa untuk perbaiki dan merehab," ujar Syahrir.

Ia menegaskan tidak sembarang memuji. Sebelum menyatakan puas, Syahrir mengecek langsung bangunan jembatan tersebut.

10 RT Terhubung, Anak Sekolah Tak Lagi Khawatir Tenggelam

Desa Sajau Hilir terbagi dalam sepuluh RT. Tiga di antaranya berada di seberang sungai, menjadikan jembatan ini akses vital bagi anak-anak yang hendak bersekolah. Sebelumnya, mereka harus bergantung pada perahu yang risikonya tinggi, terutama saat air pasang atau cuaca buruk.

"Alhamdulillah dengan telah diresmikan dan difungsikannya Jembatan Perintis Garuda ini, 2.200 jiwa penduduk Desa Sajau Hilir dapat menggunakannya untuk ke sekolah dan ke kebun," kata Syahrir.

Spesifikasi Jembatan: Lebar Bertambah, Beban Meningkat

Komandan Kodim 0903/Bulungan, Kolonel Inf Dhuwi Hendradjaja, menjelaskan bahwa jembatan ini punya bentangan 90 meter. Sebelum direhab, lebarnya hanya 1,3 meter. Kini, setelah diperlebar menjadi 2 meter, jembatan bisa dilewati lebih banyak warga sekaligus.

"Harapan kita jembatan ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan juga dapat meningkatkan gairah anak-anak dalam beraktivitas di sekolah," ungkap Dhuwi.

Disiplin TNI: Target 35 Hari Tepat Waktu

Syahrir menganggap kedisiplinan TNI AD dalam proyek ini luar biasa. Ia sempat membayangkan pengerjaan ulang jembatan bisa memakan waktu dua sampai tiga bulan, mengingat selama proses konstruksi, warga harus kembali menggunakan perahu untuk menyeberang.

"Kenapa saya bilang sangat luar biasa dengan disiplin TNI, karena saya kemarin itu berpikir bahwa jembatan ini dikerjakan dua sampai tiga bulan. Ternyata sangat luar biasa selesai tepat waktu," puji dia.

Dengan beroperasinya Jembatan Perintis Garuda, akses warga ke kebun dan sekolah di Desa Sajau Hilir kini tak lagi tergantung pada cuaca dan pasang surut sungai. Infrastruktur ini menjadi salah satu bukti kolaborasi antara pemerintah pusat dan TNI dalam menjangkau daerah terpencil di Kalimantan Utara.

Reporter: Galih Prayoga
Sumber: kaltara.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top