TARAKAN — Penyerahan bantuan berlangsung di tengah rutinitas pengajian majelis yang setiap pekan berpindah lokasi. Jamaah Majelis Taklim An-Nuur sebelumnya menyampaikan langsung aspirasi soal keterbatasan sarana penunjang kepada Herman Hamid.
Perangkat pengeras suara yang mereka pakai selama ini sudah dalam kondisi rusak. Akibatnya, sejumlah agenda keagamaan kerap terganggu secara teknis.
Speaker Portabel Dinilai Lebih Fleksibel untuk Pengajian Berpindah
Herman Hamid merespons keluhan itu dengan menyerahkan satu unit speaker portable. Alat tersebut dinilai cocok dengan pola kegiatan majelis yang lokasinya tidak menetap.
Bantuan diharapkan menyokong kelancaran pengajian, pembacaan selawat, hingga kajian keislaman warga Selumit Pantai. Kegiatan ibu-ibu majelis itu rutin digelar setiap pekan.
Fungsi Sosial Majelis Taklim di Tengah Gempuran Gadget
Politisi Partai Demokrat itu menyampaikan apresiasi atas konsistensi jamaah Majelis Taklim An-Nuur. Menurutnya, pergerakan majelis taklim bukan sekadar rutinitas ibadah.
Ia menilai kegiatan tersebut menjadi wadah merekatkan tali silaturahmi antartetangga. Hal itu dinilainya kian penting di era modernisasi digital.
"Saya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan ibu-ibu dalam majelis taklim maupun pembacaan sholawat ini. Selain sebagai sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, kegiatan keagamaan seperti ini memiliki fungsi sosial yang amat besar, yaitu menjaga agar hubungan silaturahmi antartetangga tetap terjalin dengan erat," ujar Herman Hamid.
Ia menambahkan pengaruh gadget membuat tradisi berkumpul dan bertegur sapa antarwarga nyaris hilang. "Melalui keaktifan majelis taklim inilah nilai-nilai kebersamaan dan silaturahmi itu bisa terus dipertahankan," ungkapnya.
Majelis Taklim Jadi Benteng Penangkal Narkoba di Selumit Pantai
Herman Hamid menilai keberadaan majelis taklim di kawasan padat penduduk seperti Selumit Pantai punya peran strategis. Salah satunya menangkal ancaman peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.
Setiap kegiatan pengajian didampingi pengasuh keagamaan, Ustaz Imam Hambali. Ia memanfaatkan ruang kumpul tersebut untuk menyisipkan pesan edukatif soal bahaya narkoba dan pola pengasuhan anak di rumah.
Melalui tausiyah dan pendidikan karakter berkala, para orang tua dibekali pemahaman agar lebih waspada mengawasi pergaulan anak. Langkah preventif berbasis komunitas keagamaan itu dinilai efektif membentengi generasi muda.
Herman Hamid mengingatkan tantangan peredaran narkoba kini semakin kompleks. Bentuknya tidak lagi terbatas pada kristal atau tablet, tetapi sudah merambah wujud cair yang sulit terdeteksi kasat mata.
Karena itu, ia menyebut penguatan nilai keagamaan dan pengawasan ketat dari lingkungan keluarga sebagai kunci menjaga kondusifitas serta keselamatan generasi penerus di Kota Tarakan.