NUNUKAN — Duel berlangsung sengit sejak gim pertama. Pasangan Sabah memberikan perlawanan ketat, membuat skor saling kejar hingga akhirnya Bustan dan Andreas mengunci kemenangan tipis 21-18.
Memasuki gim kedua, pasangan Dispora Kaltara tampil dominan. Serangan cepat dan pertahanan disiplin membuat lawan kesulitan mengimbangi ritme permainan. Bustan-Andreas menutup laga dengan kemenangan telak 21-8.
Kemenangan di Lapangan, Persahabatan di Perbatasan
Bagi Bustan, kemenangan ini bukan sekadar angka di papan skor. Ia menekankan makna lebih dalam dari pertandingan tersebut: mempererat hubungan persaudaraan antara Kalimantan Utara dan Sabah, Malaysia, di kawasan perbatasan.
“Olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan banyak pihak. Hari ini kami memang meraih kemenangan di lapangan, tetapi yang lebih penting adalah kemenangan dalam membangun persahabatan, kebersamaan, dan saling menghormati antarsaudara di wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia,” ujar Bustan usai pertandingan.
PORWADA II: Bukan Sekadar Kompetisi Pers
Menurut Bustan, PORWADA II Kalimantan Utara 2026 dirancang sebagai ruang lebih luas dari sekadar ajang olahraga bagi insan pers. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperluas jejaring, mempererat komunikasi, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor serta lintas negara.
Kehadiran tim Jaringan Media Sabah mendapat apresiasi dari peserta dan panitia. Mereka menjadi simbol eratnya hubungan masyarakat di kawasan perbatasan. Sportivitas kedua pasangan sepanjang pertandingan juga mendapat sambutan hangat penonton.
Meski berakhir dengan kemenangan tuan rumah, pertandingan berlangsung penuh keakraban, canda, dan semangat persaudaraan. Bustan berharap hubungan yang telah terjalin antara Kaltara dan Sabah dapat terus diperkuat melalui berbagai kegiatan, baik di bidang olahraga, kepemudaan, maupun media.