VS Code selama bertahun-tahun menjadi andalan programmer Indonesia dan global. Tapi kehadiran alat seperti Claude Code, Codex, dan Google Antigravity membuat editor ini terasa usang. Microsoft menjawab tantangan itu dengan Agents view — fitur yang menurut pengujian langsung seorang jurnalis teknologi senior, terasa seperti lompatan besar.
Agents view bukan tambalan Copilot biasa. Saat ikon agen di pojok kanan atas diklik, yang muncul bukan panel obrolan sempit di samping kode, melainkan jendela terpisah tempat percakapan dan tugas menjadi pusat perhatian. Dari sana, pengguna bisa memilih workspace, menjelaskan apa yang ingin dibangun atau diperbaiki, lalu membiarkan agen mengeksekusi.
Agen Bisa Memeriksa Proyek, Membuat File, hingga Mengetes Sendiri
Kemampuan agen di VS Code melampaui autocomplete dan chat dasar yang selama ini disediakan GitHub Copilot. Agen bisa memeriksa struktur proyek, membuat atau memodifikasi banyak file sekaligus, menjalankan perintah terminal, menguji hasil kerjanya, dan memperbaiki error secara mandiri.
Salah satu skenario paling berguna adalah perencanaan. Sebelum menyentuh kode, developer bisa meminta Plan agent memecah tugas menjadi langkah-langkah implementasi yang jelas. Ini memberi kesempatan untuk memeriksa pendekatan yang dipilih, mengoreksi asumsi yang keliru, dan menyempurnakan ruang lingkup pekerjaan sebelum agen mulai mengubah file.
Tak Terbatas pada Satu Jenis Agen — Bisa Pilih Sesuai Kebutuhan
Keunggulan lain: pengguna tidak terkunci pada satu agen untuk semua tugas. Untuk halaman web landing sederhana, Copilot sudah cukup. Ia menghasilkan struktur, menambahkan styling, dan memberikan titik awal yang solid dengan intervensi minimal.
Tapi saat beralih ke aplikasi web kompleks dengan banyak fitur saling terkait, Claude menunjukkan performa lebih baik. Ia memahami struktur proyek secara lebih luas dan menghubungkan fitur tanpa kehilangan jejak persyaratan. Developer bisa memakai Copilot untuk pekerjaan ringan dan Claude untuk tugas yang membutuhkan penalaran lebih dalam.
Antara Mode Agen dan Mode Kode Manual: Keduanya Tetap Dibutuhkan
Microsoft tidak memaksakan agen untuk semua situasi. Agents view dirancang sebagai ruang terpisah — bukan pengganti pengalaman coding tradisional. Saat membangun dari awal atau menangani tugas besar, developer bisa bertahan di mode agen dan fokus pada hasil akhir.
Tapi saat perlu memeriksa fungsi spesifik, menyesuaikan UI kecil, meninjau diff, atau memperbaiki masalah manual, kembali ke editor normal tetap jadi pilihan. Keseimbangan ini penting karena coding berbasis agen memang berguna, tapi tidak selalu alat terbaik untuk setiap pekerjaan.
Agents view tidak membuat Claude Code, Codex, dan Antigravity tiba-tiba usang. Tapi fitur ini memberi VS Code sesuatu yang selama ini hilang: alur kerja berbasis agen di dalam editor yang sudah dikenal jutaan developer — termasuk di Indonesia.