Pencarian

Harga Oli dan Suku Cadang Motor di Sampit Naik 7-15 Persen, Pemilik Mulai Mengeluh

Kamis, 11 Juni 2026 • 05:44:32 WIB
Harga Oli dan Suku Cadang Motor di Sampit Naik 7-15 Persen, Pemilik Mulai Mengeluh
Harga oli dan suku cadang motor di Sampit naik antara 7 hingga 15 persen.

KALIMANTAN UTARA — Kenaikan harga komponen perawatan motor di Sampit tidak hanya terjadi pada oli. Berdasarkan pengakuan warga, harga berbagai suku cadang juga ikut merangkak naik. Kenaikan berkisar antara 3 hingga 10 persen untuk komponen umum, dan mencapai 15 persen untuk beberapa jenis sparepart tertentu.

Melemahnya Rupiah Jadi Biang Kerok Lonjakan Harga Suku Cadang

Putra menilai lonjakan ini tidak lepas dari tingginya ketergantungan pasar Indonesia terhadap produk impor. Sebagian besar suku cadang yang beredar di Sampit masih didatangkan dari luar negeri.

“Karena banyak sparepart masih impor, saat nilai dolar naik dan rupiah melemah, harga suku cadang otomatis ikut naik. Ada beberapa jenis yang kenaikannya sampai 15 persen,” ujar Putra saat ditemui Klikkalteng.id, Rabu (10/6).

Dampak Langsung ke Biaya Operasional Harian Pemilik Motor

Kenaikan ini dikhawatirkan makin memberatkan masyarakat Sampit yang bergantung pada sepeda motor sebagai alat transportasi utama. Biaya perawatan yang membengkak otomatis menggerus pendapatan harian, terutama bagi pekerja informal dan pelaku usaha kecil.

Masyarakat berharap tekanan harga ini tidak berlanjut. Selain meminta pemerintah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, warga juga mendorong peningkatan produksi komponen dalam negeri. Tujuannya jelas: mengurangi ketergantungan pada pasokan impor yang rentan terhadap gejolak kurs.

Pengawasan Distribusi Dinilai Perlu Diperketat

Di sisi lain, pengawasan terhadap distribusi dan harga suku cadang di pasaran dinilai perlu diperkuat. Hal ini penting agar kenaikan harga tetap dalam batas wajar dan tidak dimanfaatkan oknum untuk meraup untung berlebihan.

Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah Kotawaringin Timur mengenai langkah konkret yang akan diambil untuk merespons keluhan ini. Namun, tekanan dari konsumen terus berlanjut seiring dengan belum stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Bagikan
Sumber: klikkalteng.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks