NUNUKAN — Laju perekonomian di wilayah perbatasan utara Kalimantan ini masih menunjukkan tren positif di awal tahun. Berdasarkan rilis resmi BPS Nunukan, pertumbuhan 4,11 persen tersebut dihitung dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Industri Pengolahan dan Konstruksi Jadi Motor Utama
Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Iskandar, mengungkapkan sejumlah sektor produktif menjadi penopang utama pertumbuhan. Sektor industri pengolahan mencatatkan lonjakan tertinggi dengan pertumbuhan 18,87 persen, disusul sektor konstruksi yang tumbuh 18,31 persen.
“Pertumbuhan pada sektor-sektor produktif ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha. Ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian daerah,” ujar Iskandar dalam keterangan resminya.
Sektor Perdagangan Ikut Berkontribusi, Tambang Terkontraksi
Selain dua sektor utama, perdagangan dan reparasi juga tumbuh signifikan sebesar 13,30 persen. Kelompok usaha lainnya mencatat pertumbuhan 13,90 persen. Sektor pertanian yang selama ini menjadi penopang masih tumbuh tipis 0,35 persen.
Namun, tidak semua sektor bernasib sama. Sektor pertambangan dan penggalian justru mengalami kontraksi dengan pertumbuhan negatif 3,63 persen. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran aktivitas ekonomi di daerah tersebut.
Konsumsi Pemerintah Melonjak 22,69 Persen
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Nunukan juga didorong oleh belanja pemerintah yang meningkat tajam hingga 22,69 persen. Konsumsi rumah tangga tumbuh 8,40 persen, sementara investasi yang tercermin dari pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh 2,33 persen.
Iskandar menjelaskan, besarnya kontribusi Nunukan terhadap ekonomi Kalimantan Utara tidak lepas dari posisinya sebagai pusat perdagangan dan jasa di kawasan perbatasan. “Kontribusi Nunukan yang mencapai hampir 27 persen menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di daerah ini masih menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara,” jelasnya.
Di Bawah Rata-Rata Provinsi, Tapi Tetap Andalan
Meski tumbuh positif, capaian Nunukan pada triwulan I 2026 masih berada sedikit di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara yang tercatat sebesar 5,23 persen secara tahunan. Meski demikian, posisinya sebagai kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi belum tergeser.
Pihak BPS berharap tren positif ini dapat dipertahankan melalui penguatan sektor unggulan, peningkatan investasi, serta dukungan terhadap kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan.