Pencarian

Siswi SD di Sragen Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Motor dan HP Raib

Minggu, 07 Juni 2026 • 15:58:31 WIB
Siswi SD di Sragen Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Motor dan HP Raib
Siswi SD di Sragen ditemukan tewas dengan luka sayatan, motor dan HP miliknya hilang.

KALIMANTAN UTARA — Peristiwa itu pertama kali diketahui ibu korban, Dewi Sri Lestari (34), sepulang bekerja dari pabrik. Ia mendapati pintu rumah di Dukuh Prayunan, Desa Kedawung, Kecamatan Jenar, dalam posisi tertutup rapat namun gembok tidak terkunci. Setelah masuk, Dewi menemukan putrinya, B, tergeletak di kasur ruang tengah dalam kondisi sudah tidak bernyawa dengan luka sayatan di sekujur tubuh.

"Saya baru pulang kerja dan pintu posisi ditutup rapat, namun gemboknya tidak terkunci. Setelah itu saya masuk, kunci gembok ada di dalam rumah di atas meja," ujar Dewi kepada awak media.

Dua Barang Hilang dan Jejak Kaki di TKP

Dari lokasi kejadian, polisi menyita sejumlah barang bukti dan memeriksa empat orang saksi. Selain luka menganga di tubuh korban yang masih mengenakan seragam sekolah, petugas menemukan banyak jejak kaki di lantai keramik rumah. Ibu korban melaporkan dua barang milik putrinya hilang: satu unit sepeda motor Honda Vario bekas dan satu telepon genggam.

"Motor dan HP anakku. Motor dipakai anak sekolah dan main. Motor lama, beli bekas," ungkap Dewi.

Kakek korban, Wagito (59), mengaku melihat langsung kondisi cucunya sebelum dievakuasi. "Saya melihat kondisi korban sudah meninggal dunia dengan wajah penuh luka senjata tajam," katanya. Wagito kemudian melapor ke ketua RT setempat yang diteruskan ke Kepala Desa Kedawung sebelum polisi tiba di lokasi.

Polisi Gunakan Scientific Crime Investigation, Otopsi Dilakukan

Satreskrim Polres Sragen menerapkan metode penyelidikan ilmiah untuk mengungkap kasus ini. Kasatreskrim Polres Sragen, AKP Catur Agus Yudho Praseno, mengatakan dugaan sementara peristiwa terjadi pada pukul 10.00 hingga 10.30 WIB saat korban tinggal sendiri di rumah. Ayah korban diketahui bekerja sebagai buruh threser panen padi.

"Penanganan kasus ini dilakukan secara mendalam, objektif, dan berbasis penemuan ilmiah di lapangan," ujar AKP Catur.

Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk menjalani autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian. Hingga hari ketiga pascapenemuan, polisi belum menetapkan tersangka. Proses pemeriksaan masih berlangsung intensif di Mapolres Sragen.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks