KALIMANTAN UTARA — Syngenta memperkenalkan MIRAVIS Duo® dalam sebuah acara di Jakarta. Produk ini merupakan fungisida sistemik yang diklaim efektif mengendalikan penyakit utama pada tanaman padi, seperti blas dan hawar daun. Direktur PT Syngenta Indonesia menyebut inovasi ini sebagai jawaban atas kebutuhan petani akan solusi perlindungan yang lebih modern dan efisien.
Teknologi Baru untuk Petani Padi
MIRAVIS Duo® mengandung dua bahan aktif yang bekerja secara sinergis. Teknologi ini tidak hanya melindungi tanaman dari serangan patogen, tetapi juga membantu menjaga kesehatan daun agar proses fotosintesis berjalan optimal. Dengan begitu, potensi hasil panen bisa lebih maksimal.
“Kami berharap teknologi ini bisa menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan produktivitas padi nasional. Petani bisa mengurangi risiko kerugian akibat penyakit yang sering muncul di musim hujan,” ujar perwakilan manajemen Syngenta dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id.
Dampak bagi Petani dan Target Swasembada
Penyakit blas dan hawar daun menjadi momok bagi petani padi di Indonesia. Serangan kedua penyakit ini bisa menurunkan hasil panen hingga puluhan persen jika tidak ditangani sejak dini. Kehadiran MIRAVIS Duo® diharapkan menjadi alat bantu andalan petani untuk mengatasi masalah tersebut.
Syngenta juga menyediakan program pendampingan bagi petani agar penggunaan produk ini tepat sasaran. Edukasi tentang dosis dan waktu aplikasi yang benar menjadi bagian dari paket layanan yang ditawarkan.
Komitmen Syngenta di Sektor Pertanian
Peluncuran ini memperkuat posisi Syngenta sebagai salah satu pemain utama di industri perlindungan tanaman di Indonesia. Perusahaan telah lama hadir dengan berbagai produk untuk komoditas padi, jagung, dan hortikultura.
Dengan tambahan portofolio terbaru ini, Syngenta optimistis bisa berkontribusi nyata terhadap target swasembada beras yang dicanangkan pemerintah. Langkah ini sejalan dengan upaya nasional untuk meningkatkan ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim dan tekanan hama yang kian kompleks.