BULUNGAN — Polresta Bulungan langsung bergerak cepat setelah laporan warga tentang aksi teror menggunakan kostum pocong di dua kecamatan. Tim gabungan dari Satuan Samapta dan Satlantas kini menyisir titik-titik yang dianggap rawan di Kecamatan Tiga Tawai dan Jelarai Tengah.
Dua Kecamatan Jadi Sasaran Patroli
Patroli gabungan ini menyasar pemukiman padat penduduk dan jalan-jalan yang kerap sepi pada malam hari. Personel bersenjata lengkap dikerahkan untuk memastikan situasi tetap kondusif dan menangkap pelaku jika masih berkeliaran.
"Kami tidak mau ambil risiko. Warga sudah resah, jadi kami turun langsung untuk patroli dan pengamanan," ujar Kepala Satuan Samapta Polresta Bulungan AKP Fajar Nugroho, Senin (10/2/2026).
Warga Diminta Tidak Main Hakim Sendiri
Polisi mengimbau warga untuk tidak bertindak main hakim sendiri jika menemukan sosok mencurigakan. Masyarakat diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat atau melalui hotline yang telah disediakan.
"Jangan sampai warga justru jadi korban karena panik. Lebih baik laporkan ke kami, biar kami yang tindak lanjuti," tambah AKP Fajar.
Fakta Singkat Teror Pocong di Bulungan
- Lokasi patroli: Kecamatan Tiga Tawai dan Jelarai Tengah, Kabupaten Bulungan.
- Personel gabungan: Satuan Samapta dan Satlantas Polresta Bulungan.
- Tujuan: Mengantisipasi aksi teror pocong yang meresahkan warga dan menangkap pelaku.
Belum Ada Tersangka, Polisi Terus Kumpulkan Bukti
Hingga berita ini diturunkan, polisi belum menangkap tersangka terkait aksi teror pocong tersebut. Petugas masih mengumpulkan keterangan saksi dan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik untuk mengidentifikasi pelaku.
Kapolresta Bulungan AKBP Agus Tri Waluyo menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas siapa pun yang terbukti melakukan aksi teror. "Kami tidak akan segan-segan memproses hukum pelaku. Ini sudah mengganggu ketertiban umum," tegasnya.
Kronologi Aksi Teror Pocong
Informasi yang dihimpun di lapangan, aksi teror pocong pertama kali dilaporkan oleh warga pada akhir pekan lalu. Sesosok pria mengenakan kain putih mirip pocong terlihat berjalan di tengah jalan dan masuk ke pemukiman warga pada malam hari. Beberapa warga mengaku ketakutan dan memilih mengunci diri di dalam rumah.
Polisi menduga pelaku sengaja memanfaatkan momen sepi untuk meneror warga. Motifnya masih dalam penyelidikan, namun polisi tidak menutup kemungkinan aksi ini bagian dari kejahatan lain, seperti pencurian dengan modus membuat warga panik.