KALIMANTAN UTARA — Strategi ekspansi Chery ke Jepang mulai terlihat jelas. Melansir Carnewschina, Senin (1/6/2026), pabrikan asal Tiongkok itu menggandeng EMT (Electric Mobility Technologies) asal Singapura untuk menghadirkan kei car listrik di bawah sub-brand baru bernama Emta. Mobil ini akan menjadi lawan langsung BYD Racco yang sudah lebih dulu mengaspal.
Baterai Gotion dan Arsitektur Penuh dari Chery
Kei car mungil ini akan menggunakan baterai buatan Gotion, produsen baterai global yang sudah dikenal. Chery disebut akan menjadi pemasok teknologi utama, termasuk arsitektur kendaraan, drivetrain listrik, hingga sistem ADAS. Artinya, kendali penuh soal teknologi tetap berada di tangan Chery.
Perakitan mobil ini dipercayakan ke pabrik Yueda Group di Yancheng, Tiongkok. Fasilitas yang sebelumnya merakit kendaraan untuk Kia dan HiPhi itu akan difokuskan untuk produksi ekspor. Skema ini sekaligus mengonfirmasi rumor akuisisi pabrik Yancheng oleh Chery yang kini berwujud proyek manufaktur bersama.
Desain ala Kei Car Jepang, Sentuhan Mantan Insinyur Honda-Mazda
Yang menarik, keputusan desain dan konsep produk sepenuhnya dipimpin tim ahli asal Jepang. Para perancang dan insinyur Emta memiliki latar belakang panjang di Honda dan Mazda. Hasilnya, tampilan Emta memadukan bahasa desain Chery QQ terbaru—dengan lampu membulat khas—dan body mengotak tegak yang identik dengan kei car Jepang.
Dimensi mobil ini sangat ringkas, dengan panjang sekitar 3,4 meter. Cocok untuk menyusuri jalan sempit di perkotaan Jepang yang padat.
Empat Model hingga 2029, BYD Racco Kini Punya Lawan
Kei car EV ini hanyalah model pertama dari total empat kendaraan yang direncanakan Chery untuk pasar Jepang hingga 2029. Dengan kehadiran Emta, BYD Racco tidak lagi sendirian sebagai pemain kei car EV asal Tiongkok di Negeri Sakura.
Belum ada kepastian kapan mobil ini mulai dipasarkan. Namun, persaingan di segmen mobil listrik ultra-kompak Jepang dipastikan semakin memanas.