BULUNGAN — Rusmiati (54) akhirnya bisa kembali ke kampung halamannya di Sulawesi setelah ditemukan terlantar di salah satu rumah warga di Kelurahan Tanjung Palas Tengah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Sosial mengurus seluruh proses pemulangannya, Kamis (4/6).
Wanita itu diketahui hidup seorang diri setelah suaminya meninggal dunia. Ia juga menderita sakit dan tinggal dalam kondisi yang jauh dari layak.
Proses Evakuasi Dihadiri Langsung Asisten Gubernur
Mewakili Gubernur Kaltara, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara, H. Datu Iqro Ramadhan, bersama Kepala Dinsos Kaltara Dr. Obed Daniel L.T., turun langsung mengikuti proses evakuasi Rusmiati. Penanganan ini berawal dari laporan warga yang kemudian ditindaklanjuti pemerintah daerah.
“Ini merupakan kebijakan Bapak Gubernur untuk membantu masyarakat yang kurang mampu, sakit, tidak memiliki keluarga, termasuk orang dengan gangguan jiwa yang membutuhkan penanganan,” kata Datu Iqro.
Biaya Akomodasi dan Transportasi Ditanggung Negara
Pemerintah menanggung seluruh kebutuhan pemulangan Rusmiati. Mulai dari transportasi darat, speedboat, hingga tiket pesawat menuju daerah asal di Sulawesi. Proses ini juga didampingi petugas dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Biro Kesra.
“Semua biaya akomodasi dan transportasi ditanggung pemerintah sampai yang bersangkutan tiba di rumah keluarganya,” ujar Datu Iqro.
Pemprov Kaltara: Laporkan Segera Jika Temukan Warga Terlantar
Pemulangan Rusmiati merupakan bagian dari penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial lintas daerah. Pemerintah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait agar warga yang bersangkutan bisa kembali berkumpul dengan keluarganya.
Datu Iqro mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada pemerintah apabila menemukan warga yang mengalami keterlantaran akibat persoalan ekonomi, kesehatan, maupun sosial. “Kami berharap masyarakat dapat melapor melalui lurah atau pemerintah setempat agar persoalan sosial seperti ini bisa segera ditangani,” pungkasnya.