KALIMANTAN UTARA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas memisahkan jalur insentif untuk mobil listrik dan hybrid. Dalam pernyataannya di Jakarta beberapa waktu lalu, ia menyebut PPN DTP yang tengah disiapkan pemerintah hanya diperuntukkan bagi kendaraan listrik murni atau EV.
Skema Insentif: Antara 40 Persen dan 100 Persen
Besaran insentif masih dalam tahap diskusi akhir. Purbaya menjelaskan rentangnya bervariasi, dari 40 persen hingga 100 persen PPN DTP. "Itu utamanya EV ya, bukan hybrid," ujarnya, menegaskan arah kebijakan.
Pemerintah saat ini masih menyusun detail aturan sebelum diumumkan secara resmi. Salah satu faktor penentu besar subsidi adalah jenis baterai yang digunakan: berbasis nikel atau nonnikel.
Nikel Jadi Kunci: Insentif Lebih Besar untuk Baterai Nikel
Rencananya, mobil listrik dengan baterai nikel mendapat porsi insentif lebih besar. Langkah ini sejalan dengan ambisi pemerintah memperkuat hilirisasi nikel dan pengembangan industri baterai nasional.
Purbaya mengaku sempat membaca pemberitaan media internasional yang mempertanyakan prospek nikel Indonesia setelah China mengembangkan teknologi baterai nonnikel. Respons pemerintah? Memperkuat pemanfaatan nikel lewat kebijakan fiskal. "Kita balik sekarang, nikelnya kita pakai. Biar nikel kita bisa terpakai dan hilirisasi teknologi baterainya berjalan," jelasnya.
Kuota 100 Ribu Unit, Berlaku Juli 2026
Insentif ini semula direncanakan berlaku awal Juni, namun mundur sebulan ke Juli 2026. Pada tahap awal, kuota disiapkan untuk 100 ribu unit mobil listrik. Pemerintah juga membuka peluang menambah kuota jika alokasi awal habis terserap.
Selain mobil, subsidi juga menyasar sepeda motor listrik dengan skema berbeda: bantuan langsung Rp5 juta per unit. Kuota awal motor listrik juga 100 ribu unit, dengan opsi penambahan sesuai kebutuhan.
Keputusan ini sekaligus menjawab pertanyaan pelaku industri dan konsumen yang sempat menanti kepastian insentif untuk mobil hybrid. Jawabannya jelas: hanya EV murni yang mendapat keringanan PPN, setidaknya untuk tahap awal program ini.