TANJUNG SELOR — Wakapolda Kalimantan Utara Brigjen Pol. Golkar Sugeng Susanto menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi jangkar moral yang kokoh bagi bangsa Indonesia, khususnya di tengah tantangan era digital saat ini. Pernyataan itu disampaikannya saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Mapolda Kaltara, Senin (1/6).
Pancasila sebagai Penangkal Degradasi Moral di Era Digital
Menurut Wakapolda, nilai-nilai luhur Pancasila sangat relevan untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif globalisasi dan informasi yang tidak terverifikasi. Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh membuat masyarakat melupakan jati diri dan falsafah bangsa.
"Pancasila harus menjadi jangkar moral bangsa. Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan zaman, kita harus kembali kepada nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pedoman dalam berbangsa dan bernegara," tegas Brigjen Pol. Golkar Sugeng Susanto dalam amanatnya.
Polda Kaltara Berkomitmen Kawal Pengamalan Pancasila
Upacara yang digelar di lingkungan Polda Kalimantan Utara ini diikuti oleh seluruh pejabat utama, personel, dan ASN di jajaran Polda Kaltara. Kegiatan berlangsung khidmat dengan pengibaran bendera Merah Putih dan pembacaan teks Pancasila oleh Inspektur Upacara.
Wakapolda juga mengajak seluruh anggota kepolisian untuk menjadi teladan dalam mengamalkan Pancasila. Polda Kaltara berkomitmen untuk terus mengawal dan mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki dinamika sosial yang kompleks.
Momentum Refleksi bagi Seluruh Elemen Bangsa
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen masyarakat Kalimantan Utara. Polda Kaltara berharap semangat Pancasila dapat diinternalisasi dalam setiap kebijakan dan tindakan, baik oleh aparat penegak hukum maupun warga sipil.
"Pengamalan Pancasila bukan hanya tugas aparat, tetapi kewajiban kita semua. Mari kita jadikan nilai-nilai Pancasila sebagai kompas dalam setiap langkah kita," imbuh Wakapolda.