TARAKAN — Cuaca di Madinah pekan ini menjadi ujian berat bagi jemaah haji asal Kalimantan Utara. Ketua Kloter 7 Embarkasi Balikpapan, Sayid Abdullah, melaporkan suhu siang hari menyentuh 40 hingga 42 derajat Celsius, sementara malam hari masih bertahan di kisaran 31 sampai 33 derajat.
Kondisi ini memaksa panitia menerapkan aturan ketat. Jemaah diminta tidak keluar hotel antara pukul 10.00 hingga 16.00 waktu setempat. Aktivitas fisik berat seperti berjalan kaki ke Masjid Nabawi untuk salat sunnah dibatasi.
"Kami selalu mengingatkan jemaah untuk menyesuaikan aktivitas, terutama di siang hari, menjaga kondisi tubuh, dan tidak memaksakan diri," ujar Sayid Abdullah saat dihubungi, Senin (11/5/2026).
Gangguan Aplikasi Nusuk Ganggu Akses ke Raudhah
Selain suhu ekstrem, jemaah juga menghadapi kendala teknis pada aplikasi Nusuk. Aplikasi resmi pemerintah Arab Saudi untuk layanan ibadah ini kerap tidak stabil saat digunakan untuk memesan akses masuk ke area Raudhah di Masjid Nabawi.
Sayid menjelaskan, aplikasi tersebut kadang harus dicoba berkali-kali sebelum berhasil. Namun, panitia telah menyiapkan solusi dengan mengarahkan jemaah ke counter Nusuk di sekitar masjid untuk pembaruan data.
"Kalau ada kendala, kita arahkan untuk update di counter Nusuk yang ada di sekitar masjid, dan petugas juga membantu," jelasnya.
Sebagai antisipasi, seluruh jemaah Kloter 7 telah dibekali kartu Nusuk fisik sejak keberangkatan dari Embarkasi Balikpapan. Kartu ini menjadi alternatif jika aplikasi ponsel bermasalah.
Jadwal Berangkat ke Makkah: 14 Mei 2026
Meski diterpa dua tantangan sekaligus, pelaksanaan ibadah sejauh ini tetap berjalan lancar. Jemaah masih bisa mengikuti salat berjamaah di Masjid Nabawi, menjalankan sunnah arba'in, hingga ziarah ke Jabal Uhud, Masjid Quba, Masjid Qiblatain, dan kebun kurma.
"Alhamdulillah kegiatan berjalan baik, jemaah tetap bisa mengikuti salat berjamaah, sunnah arba'in, dan ziarah ke tempat-tempat bersejarah," pungkas Sayid.
Rombongan Kloter 7 yang terdiri dari 358 jemaah Kaltara dan dua jemaah asal Kalimantan Timur berstatus tanazul dijadwalkan bertolak menuju Kota Makkah pada 14 Mei 2026 pukul 17.00 waktu Arab Saudi. Mereka akan mulai menjalani rangkaian ibadah umrah sebelum puncak haji di Arafah.