KALIMANTAN UTARA — Harga BBM di SPBU Pertamina, Shell, Vivo, dan BP-AKR tidak berubah pada November 2026. Pertamax tetap Rp 15.950 per liter, sementara V-Power Diesel Shell dan Diesel Primus Vivo sama-sama dipatok Rp 25.420 per liter. Stabilitas ini berlaku untuk wilayah Jabodetabek berdasarkan pantauan laman resmi masing-masing operator.
Pertamina memutuskan menahan banderol seluruh produk non-subsidi pada periode November 2026. Keputusan itu terlihat dari daftar harga yang dipublikasikan laman resmi Pertamina, Minggu (01/11), tanpa ada pengumuman penyesuaian untuk produk RON 92 hingga diesel.
Pertamax masih dijual Rp 15.950 per liter di wilayah Jabodetabek. Pertamax Green 95 berada di level Rp 19.150 per liter, sedangkan Pertamax Turbo dibanderol Rp 19.600 per liter.
Angka tersebut sama dengan posisi bulan sebelumnya. Tidak ada surat pemberitahuan resmi soal kenaikan dari Pertamina sepanjang Oktober lalu.
Untuk kelompok diesel, Dexlite masih dipasarkan Rp 23.700 per liter. Pertamina Dex bertahan di Rp 25.200 per liter.
Harga BBM subsidi juga tidak bergerak. Pertalite tetap Rp 10.000 per liter dan Bio Solar Rp 6.800 per liter.
Operator swasta mengikuti langkah serupa. Shell masih menjual V-Power Diesel seharga Rp 25.420 per liter.
Catatan penting bagi pengguna Shell: produk Super dan V-Power belum tersedia di seluruh SPBU Shell di Indonesia. Pengendara sebaiknya mengecek ketersediaan sebelum mengisi di gerai tertentu.
Vivo menawarkan Revvo 92 seharga Rp 16.130 per liter dan Revvo 95 Rp 19.330 per liter. Diesel Primus dipatok Rp 25.420 per liter.
BP-AKR juga tidak menaikkan harga. BP 92 berada di Rp 16.130 per liter, BP Ultimate Rp 19.330 per liter, dan BP Ultimate Diesel Rp 25.420 per liter.
Harga di atas berlaku untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Di luar Jabodetabek, banderol bisa berbeda mengikuti kebijakan distribusi masing-masing operator.