Anggota DPRD Kaltara Supa'ad Hadianto Dorong Santri Tarakan Kuasai Teknologi dan Disiplin Kerja di Hari Santri 2026

Penulis: Jamal Nasution  •  Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:31:31 WIB
Anggota DPRD Kaltara Supa'ad Hadianto menghadiri peringatan Hari Santri 2026 di Masjid Al Nur Mubakkirin, Tarakan.

TARAKAN — Peringatan Hari Santri 2026 di Kota Tarakan berlangsung di Masjid Al Nur Mubakkirin, Kelurahan Juata Laut, Sabtu (24/10/2026) malam. Acara yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tarakan itu dihadiri Supa'ad Hadianto, anggota DPRD Kaltara dari Komisi IV.

Supa'ad menilai santri Kaltara perlu memperkuat pemahaman agama tanpa mengabaikan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedisiplinan, etos kerja, dan kemauan belajar disebutnya sebagai tiga bekal utama menghadapi tantangan zaman.

Momentum Refleksi, Bukan Sekadar Seremoni

Bagi Supa'ad, Hari Santri bukan agenda seremonial tahunan. Peringatan yang jatuh setiap 22 Oktober itu dikaitkannya dengan Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945.

Semangat perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan dinilainya perlu diteruskan generasi sekarang. Caranya berbeda, tapi arahnya sama: mengisi kemerdekaan dengan pembangunan sumber daya manusia.

"Dalam peringatan Hari Santri tahun 2026 ini, konteks dan tantangan yang dihadapi tentu sudah jauh berbeda dibandingkan dengan masa perjuangan pada 1945. Karena itu, para santri harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai perjuangan para pendahulu," ujarnya.

Etos Kerja Bangsa Lain Jadi Contoh

Supa'ad menyebut perjuangan generasi muda tidak lagi soal merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Tantangan berikutnya adalah mengisi kemerdekaan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembentukan karakter yang kuat.

Kecerdasan akademik dan pemahaman agama, katanya, harus berjalan beriringan dengan kedisiplinan serta kemauan untuk terus belajar. Ia juga mendorong santri mempelajari keberhasilan bangsa-bangsa lain dalam membangun budaya kerja produktif.

"Kita harus banyak belajar dari bangsa-bangsa lain yang memiliki etos dan disiplin kerja yang luar biasa. Mengisi kemerdekaan bukan hanya dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus disertai etos kerja dan kedisiplinan yang baik," katanya.

Karakter Kebangsaan dan Kecerdasan Sosial

Perkembangan teknologi yang pesat dan dinamika isu global menuntut generasi muda memahami persoalan masyarakat. Kemampuan beradaptasi dengan perubahan, menurut Supa'ad, harus tetap berpijak pada nilai-nilai kebangsaan.

Nilai perjuangan para pendiri bangsa, termasuk KH Hasyim Asy'ari, dinilainya tetap relevan sebagai landasan santri menghadapi tantangan masa depan. Ia menekankan pentingnya mental kebangsaan yang kuat di kalangan anak-anak dan santri.

"Anak-anak kita, khususnya para santri, harus memiliki mental kebangsaan yang kuat, kecerdasan, etos kerja, dan disiplin. Tanpa itu semua, cita-cita para pendiri bangsa akan sulit kita wujudkan," tegasnya.

Harapan untuk Santri Kaltara

Supa'ad berharap peringatan di Masjid Al Nur Mubakkirin menjadi penyemangat santri Tarakan dan Kaltara meningkatkan kualitas diri. Santri diajak memperkuat nilai keagamaan sekaligus mengembangkan kemampuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dengan bekal spiritual dan kompetensi, santri diharapkan ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah dan nasional. Keterlibatan generasi muda berkarakter kuat disebutnya sebagai modal penting mewujudkan Indonesia Emas 2045.

"Selamat Hari Santri 22 Oktober 2026. Semoga para santri di Kalimantan Utara, khususnya Kota Tarakan, memiliki kecerdasan kebangsaan, kecerdasan sosial, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemahaman agama yang kuat, serta etos kerja dan disiplin yang tinggi untuk membangun bangsa dan negara menuju Indonesia Emas 2045," tutupnya.

Reporter: Jamal Nasution
Sumber: detailnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top