MALINAU — Kedatangan Jenderal Maruli Simanjuntak di Bandara Kolonel RA Bessing Malinau menjadi bagian dari rangkaian peninjauan wilayah perbatasan yang ia lakukan dalam beberapa hari terakhir. Sebelum ke Malinau, ia menyambangi Pulau Miangas di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Maruli menegaskan bahwa peran gandanya sebagai Wakil Panglima TNI dan Kepala BNPPDT menuntut kebersamaan lintas institusi di lapangan. Menurutnya, sinergi antara TNI dan BNPPDT menjadi kunci agar program pembangunan di daerah terpencil berjalan tanpa tumpang tindih.
"Kebetulan tugas dan tanggung jawab saya sebagai Kepala BNPPDT dan juga sebagai Wakil Panglima TNI. Setelah saya turun di lapangan, sangatlah perlu kebersamaan dalam menjalankan tugas antara TNI dengan BNPPDT ini," ujar Jenderal Maruli Simanjuntak di Bandara Kolonel RA Bessing Malinau, Jumat.
Persoalan infrastruktur jalan di wilayah perbatasan Kaltara menjadi sorotan dalam kunjungan tersebut. Maruli menyatakan pembangunan jalan di kawasan itu sudah masuk dalam perencanaan Presiden RI Prabowo Subianto dan ia berharap realisasinya bisa dimulai tahun depan.
"Jadi semua ini saya kira sudah banyak hal yang sudah direncanakan oleh Presiden untuk terutama tentang jalan di daerah Kaltara ini. Mudah-mudahan segera terealisasikan tahun depan," katanya.
Ia juga menyinggung rencana pembangunan jalan perbatasan di Kalimantan yang akan dikerjakan secara menyeluruh. Meski begitu, Maruli mengakui pelaksanaannya tidak bisa dilakukan sekaligus dan harus melalui tahapan.
"Tapi mungkin akan tetap harus dilakukan secara bertahap. Mudah-mudahan ini segera terealisasi, karena sangat berpengaruh terhadap daerah di Kaltara ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini.
Kunjungan ke Malinau bukan yang terakhir. Maruli menyebut ia akan langsung bergerak ke Rote, Nusa Tenggara Timur, sehari setelah peninjauan di Kaltara.
"Kemarin saya sudah dari Miangas, sekarang saya ke Malinau. Saya lihat lagi bagaimana nanti bagaimana situasinya di daerah-daerah sini (Kaltara) dan juga besok saya langsung ke Rote (Nusantara Tenggara Timur)," ungkapnya.
Rangkaian kunjungan ini memperlihatkan pola peninjauan langsung ke titik-titik perbatasan dan daerah terpencil. Bagi warga Malinau dan kabupaten lain di Kaltara, hasil konkretnya akan terlihat dari apakah proyek jalan perbatasan benar-benar masuk tahap konstruksi sesuai jadwal yang dijanjikan.
Pemerintah Kabupaten Malinau sendiri belum memerinci usulan jalan mana yang diprioritaskan untuk dipercepat. Sinergi antara Pemkab, TNI, dan BNPPDT akan menentukan seberapa cepat rencana tersebut turun menjadi anggaran dan pekerjaan fisik di lapangan.